Terungkap! Ini Alasan Utama Presiden Iran Pezeshkian Masih Enggan Bertemu Donald Trump!
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Iran Masoud Pezeshkian belum bersedia bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah hubungan kedua negara yang masih diwarnai ketegangan.
Pezeshkian mengatakan pertemuan langsung sulit dilakukan selama Washington masih memberikan tekanan terhadap Teheran melalui sanksi, ancaman, dan tindakan militer.
Dalam wawancara dengan Margaret Brennan untuk program Face the Nation CBS, Pezeshkian menyebut hubungan Iran dan AS saat ini dibayangi ketidakpercayaan. Menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum kedua pemimpin dapat bertemu.
“Selama mereka tidak berhenti melakukan apa yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit untuk mempercayai mereka,” ujar Pezeshkian.
Ia menilai ketidakpercayaan tersebut muncul karena adanya kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai kedua negara, tetapi menurut Iran tidak dijalankan oleh Washington.
Pezeshkian juga menyinggung sanksi dan ancaman yang terus diberikan AS. Ia mempertanyakan jaminan bahwa setiap kesepakatan baru nantinya benar-benar akan dilaksanakan oleh Washington.
“Setiap hari, mereka meningkatkan sanksi terhadap kami. Setiap hari, mereka mengancam kami, menyerang kami, dan mereka tidak menghormati apa yang telah mereka tulis,” katanya.
Menurut Pezeshkian, Iran perlu mengetahui tujuan pembicaraan secara jelas sebelum menyepakati pertemuan dengan Trump. Teheran juga ingin memastikan setiap kesepakatan yang dicapai nantinya benar-benar dipatuhi.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan terbuka untuk bertemu pejabat Iran di New York. Pezeshkian dan sejumlah pejabat Iran memang berada di kota tersebut untuk menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Trump juga mengatakan dirinya memiliki keputusan besar terkait kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Iran. Di sisi lain, Pezeshkian tetap menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan sebelum dialog langsung dilakukan.
Di tengah kebuntuan tersebut, Iran juga mengajukan proposal kepada AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Proposal itu menawarkan pembukaan jalur tersebut setelah sejumlah persyaratan dipenuhi, tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan resmi AS yang diterima Teheran.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: