Begini Penjelasan Dirjenpas Soal 13 Rumah Dinas Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Kredit Foto: BPMI Setpres
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membantah dugaan keberadaan fasilitas olahraga elite berupa simulator golf di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong. Ruangan yang diduga sebagai fasilitas tersebut disebut merupakan ruang yang sedang dipersiapkan untuk loker petugas.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan klarifikasi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026).
“Area yang diduga simulator golf berdasarkan pemeriksaan sementara, merupakan ruang yang sedang dipersiapkan menjadi loker petugas,” ujar Mashudi di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Selain dugaan fasilitas mewah, RDP juga menyoroti status aset bangunan yang berada di kawasan Lapas Kelas IIA Cibinong. Mashudi mengungkapkan terdapat 13 bangunan rumah dinas di bantaran Sungai Ciliwung yang belum tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).
“Terhadap 13 bangunan rumah dinas yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan belum tercatat dalam SIMAK BMN (Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara), saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap aspek administrasi, status aset, dan pemanfaatan,” pungkasnya.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam RDP Komisi XIII DPR RI yang digelar untuk menindaklanjuti temuan dugaan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI.
Namun, Ombudsman tidak hadir dalam RDP tersebut. Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengatakan pihaknya telah mengundang Ombudsman untuk menyampaikan hasil investigasi terhadap Lapas Cibinong.
“Awalnya kita juga mengundang Ombudsman dan secara agenda rapat Komisi XIII ingin mendapat hasil investigasi Ombudsman RI ke Lapas Cibinong. Tetapi surat yang kami layangkan dari Komisi XIII DPR RI belum direspons oleh komisi yang bermitra dengan Ombudsman,” ungkap Willy.
Baca Juga: Bongkar Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Malah Tak Nongol di DPR
Baca Juga: DPR Memanas Saat Bahas Lapas Cibinong, Gerindra Kritik Cuma Formalitas Saja
Baca Juga: Skandal Kamar Mewah Lapas Cibinong Bikin Gempar! Kemenimipas Copot 5 Pejabat Sekaligus
Meski Ombudsman selaku pihak yang melakukan sidak tidak hadir, Willy menegaskan RDP tetap dapat dilanjutkan karena telah memenuhi ketentuan kehadiran anggota DPR.
RDP kemudian berlanjut dengan penggalian keterangan dan klarifikasi dari jajaran Ditjen Pas terkait temuan di Lapas Kelas IIA Cibinong, termasuk dugaan fasilitas olahraga dan status sejumlah bangunan rumah dinas di kawasan lapas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri