Kredit Foto: Istihanah
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap upaya pemerintah membersihkan ekosistem haji dan umrah dari praktik kartel, pelanggaran, dan kecurangan yang dapat merugikan calon jemaah.
Hal tersebut disampaikan Menteri Haji, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.
Gus Irfan mengatakan, Presiden memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam memberantas berbagai praktik yang dinilai merugikan calon jemaah haji dan umrah.
"Beliau sangat apresiasi dengan upaya kita dalam rangka membersihkan ekosistem haji maupun umrah dari kartel-kartel, dari beberapa pelanggaran-pelanggaran, dari kecurangan-kecurangan yang semuanya bermuara pada kerugian bagi calon jemaah," ujar Gus Irfan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Gelar Ratas Bahas BPIH 2027 dan Tata Kelola Keuangan Haji
Menurut Gus Irfan, pemerintah sebelumnya telah meluncurkan hotline Berantas Mafia Haji dan Umrah sebagai salah satu upaya membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan praktik pelanggaran dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
Ia berharap dukungan Presiden semakin memperkuat langkah pemerintah untuk melakukan pembenahan di sektor haji dan umrah. Pemerintah, kata dia, akan semakin serius membersihkan berbagai praktik yang berpotensi merugikan jemaah.
"Mudah-mudahan dengan apresiasi dari beliau, kita akan membuat semakin semangat untuk membersihkan apapun yang terkait dengan haji dan umrah supaya jemaah tidak dirugikan," katanya.
Gus Irfan kemudian menyampaikan arahan Presiden terkait pemberantasan praktik kartel dan mafia dalam ekosistem haji dan umrah.
"Istilah beliau adalah sapu sajalah semua kartel-kartel dan mafia-mafia yang terkait dengan haji dan umrah," ujar Gus Irfan.
Gus Irfan menegaskan, upaya tersebut menjadi bagian dari pembenahan ekosistem haji dan umrah agar penyelenggaraannya dapat berjalan lebih tertib dan calon jemaah terlindungi dari praktik-praktik yang merugikan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: