Kredit Foto: BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat kinerja positif sepanjang delapan bulan pertama 2026. Hingga Agustus 2026, bank yang fokus pada segmen UMKM ini membukukan laba bersih Rp34,77 triliun, tumbuh 6,63% secara tahunan atau year on year (yoy).
Berdasarkan laporan keuagan perseroan, sepertdi dikutip Senin (28/9/2026), pertumbuhan laba terutama ditopang kemampuan perseroan menekan biaya dana. Pendapatan bunga tercatat Rp109,66 triliun, naik tipis 0,22% YoY. Namun, beban bunga berhasil ditekan 6,70% menjadi Rp32,41 triliun.
Efisiensi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) naik 3,44% (yoy) menjadi Rp77,25 triliun hingga Agustus 2026.
Dari sisi penyaluran kredit, BBRI terus memperluas pembiayaan ke sektor produktif. Total kredit mencapai Rp1.446,98 triliun, tumbuh 13,66% YoY. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi pembiayaan tetap berjalan kuat di tengah dinamika ekonomi domestik.
Baca Juga: Saham Rp1 Resmi Berlaku! BEI Bongkar Aturan Baru ARA dan ARB
Baca Juga: Investor Asing Buang Saham Rp2,74 Triliun, BMRI hingga BBRI Jadi Sasaran Jual
Baca Juga: Laba VICI Jatuh 44%, Harapan Bangkit Dibebankan ke Semester II
Di sisi pendanaan, likuiditas perseroan tetap terjaga. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.655,84 triliun, tumbuh 12,59% YoY, sejalan dengan pertumbuhan kredit.
Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana tersebut turut memperbesar skala bisnis BBRI. Total aset perseroan mencapai Rp2.127 triliun per Agustus 2026.
Dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang kuat serta efisiensi biaya dana yang terjaga, BBRI optimistis dapat mempertahankan kinerja positif hingga akhir 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: