- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Investor Asing Buang Saham Rp2,74 Triliun, BMRI hingga BBRI Jadi Sasaran Jual
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Tekanan jual investor asing mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama, Kamis (24/9/2026). Investor asing tercatat lebih banyak melepas saham dibandingkan melakukan pembelian, sehingga membukukan net sell sebesar Rp987,09 miliar hingga penutupan sesi I.
Berdasarkan data Mirae Asset Sekuritas, nilai transaksi jual asing mencapai Rp2,74 triliun, sedangkan transaksi pembelian asing berada di level Rp1,75 triliun. Selisih tersebut membuat posisi investor asing masih berada dalam kondisi jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun.
Tekanan jual terutama terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing pada sesi pertama.
Net sell asing di saham BMRI tercatat mencapai sekitar Rp237,12 miliar, dengan volume penjualan sebanyak 57,44 juta saham. Besarnya aksi jual tersebut membuat BMRI menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar hingga sesi I.
Setelah BMRI, tekanan jual asing juga terlihat pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Saham BBRI mencatat net sell asing sebesar Rp90,69 miliar.
Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat net sell asing sebesar Rp76,70 miliar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga menghadapi tekanan jual cukup besar dengan net sell sekitar Rp60,80 miliar. Volume penjualan asing di saham BUMI bahkan mencapai 322,85 juta saham.
Tekanan jual asing juga menjalar ke sejumlah saham lainnya. DSSA mencatat net sell sebesar Rp32,16 miliar, disusul AMMN sebesar Rp31,98 miliar dan ANTM sebesar Rp28,74 miliar.
Selanjutnya, investor asing mencatat net sell sebesar Rp28,59 miliar di saham DEWA, sebesar Rp28,33 miliar di PTRO, sebesar Rp27,57 miliar di BBCA, serta sebesar Rp27,47 miliar di TPIA.
Jika dilihat dari besarnya nilai transaksi, saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi salah satu sasaran utama aksi jual investor asing pada perdagangan sesi pertama hari ini.
Asing Masih Buru Sejumlah Saham
Meski aksi jual mendominasi, investor asing masih melakukan pembelian terhadap sejumlah saham. ASII menjadi saham dengan net foreign buy terbesar hingga sesi I, yakni mencapai Rp22,19 miliar.
Pembelian bersih asing berikutnya tercatat pada saham ASLI sebesar Rp16,10 miliar dan TINS sebesar Rp8,64 miliar.
Investor asing juga mencatat pembelian bersih pada saham COIN sebesar Rp7,18 miliar, MEJA Rp3,76 miliar, MNCN Rp3,69 miliar, serta MEDC sebesar Rp2,67 miliar.
Baca Juga: Investor Asing Net Sell Rp335,8 Miliar, BBRI dan BMRI Paling Banyak Dijual
Baca Juga: Ini Daftar 59 Saham HSC di BEI, Ada Punya Kamu?
Namun, arus pembelian tersebut belum mampu mengimbangi derasnya aksi jual asing. Dengan total penjualan mencapai Rp2,74 triliun berbanding pembelian Rp1,75 triliun, posisi investor asing hingga akhir sesi I masih mencatat net sell Rp987,09 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual investor asing masih cukup kuat pada perdagangan saham Indonesia di paruh pertama hari ini. Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada perdagangan sesi II untuk melihat apakah aksi jual asing berlanjut atau mulai mereda.
Besarnya net sell pada saham-saham seperti BMRI, BBRI, TLKM, dan BUMI menjadi salah satu dinamika penting perdagangan hari ini. Sementara itu, aksi beli pada ASII, ASLI, TINS, dan beberapa saham lainnya menunjukkan bahwa investor asing tetap melakukan akumulasi secara selektif di tengah tekanan jual yang lebih dominan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan