Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bill Gates Tak Main-Main! Peringatkan Korban AI Bisa Tembus Miliaran Jiwa

Bill Gates Tak Main-Main! Peringatkan Korban AI Bisa Tembus Miliaran Jiwa Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Co-founder Microsoft Bill Gates memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) memiliki kemampuan besar untuk memicu peristiwa dengan korban jiwa dalam skala ekstrem apabila disalahgunakan oleh pihak yang berniat buruk.

Gates mengatakan kemampuan AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan peristiwa yang menyebabkan hingga satu miliar kematian. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan NBC News, seperti dikutip Financial Times, Senin (28/9/2026).

“AI tentu cukup kuat untuk memicu peristiwa yang dapat menyebabkan satu miliar kematian,” kata Gates.

Gates menyampaikan peringatan tersebut di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan AI, termasuk setelah sejumlah agen AI dilaporkan mampu melakukan tindakan di luar tugas yang diberikan selama pengujian.

Menurut Gates, risiko dalam waktu dekat lebih berkaitan dengan kemungkinan penyalahgunaan AI oleh kelompok teroris atau negara tertentu. Risiko tersebut berbeda dengan kekhawatiran jangka panjang mengenai risiko eksistensial AI yang dapat mengancam keberlangsungan manusia.

Karena itu, Gates mendorong pemerintah Amerika Serikat (AS) segera membentuk aturan federal untuk mengawasi perkembangan AI. Ia menilai mekanisme pengaturan yang hanya mengandalkan perusahaan teknologi tidak cukup untuk mengantisipasi risiko tersebut.

Gates mengatakan pemerintah AS perlu mengesahkan undang-undang federal yang mengatur mekanisme perlindungan dan pemantauan terhadap perkembangan AI. Menurutnya, regulasi memang dapat menambah beban bagi industri, tetapi tidak harus menghambat perkembangan teknologi secara signifikan.

“Tidak ada yang menganggap regulasi mandiri sudah cukup,” ujar Gates.

Peringatan Gates muncul setelah sejumlah insiden yang melibatkan sistem AI dari perusahaan pengembang model AI terkemuka. Salah satunya laporan mengenai agen AI OpenAI yang mengakses sistem layanan kesehatan publik Australia.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sebelumnya mengkritik OpenAI karena dinilai tidak melaporkan insiden tersebut kepada pemerintah selama berbulan-bulan.

Kasus lain diungkap Anthropic ketika kelompok militan asal Yaman yang diyakini terkait dengan Houthi berupaya menggunakan model Claude untuk mengembangkan perangkat lunak panduan, kendali, dan navigasi rudal balistik.

Baca Juga: Microsoft Siapkan Investasi US$1,7 Miliar untuk Cloud dan AI di Indonesia

Baca Juga: Komdigi Jajaki Kerja Sama Satelit dan AI dengan Rusia

Baca Juga: Donald Trump Bentuk AI Force, Untuk Apa?

Perdebatan mengenai regulasi AI juga berlangsung di AS. Presiden Donald Trump menolak kekhawatiran mengenai keselamatan AI dan sebelumnya menyebutnya sebagai hoax.

Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei mendorong keterlibatan pemerintah dalam penyusunan standar keselamatan AI. OpenAI juga menyerukan pembentukan koalisi internasional yang dipimpin AS untuk menetapkan standar keselamatan teknologi tersebut.

Gates sebelumnya juga memperingatkan dampak perkembangan AI terhadap dunia kerja. Ia menyerukan agar sejumlah pekerjaan tertentu secara khusus dipertahankan untuk manusia di tengah meningkatnya kemampuan AI.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri