Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia Mandek Menyerang Usai Thom Haye Kartu Merah, Herdman Akui Strateginya Belum Bagus

Indonesia Mandek Menyerang Usai Thom Haye Kartu Merah, Herdman Akui Strateginya Belum Bagus Kredit Foto: Instagram/officialjohnherdman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Timnas Indonesia mendapat pekerjaan rumah setelah ditahan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih John Herdman menilai ada satu aspek yang harus segera dibenahi, yakni kemampuan menyerang ketika skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain.

Persoalan tersebut muncul setelah Thom Haye menerima kartu merah pada menit ke-37. Indonesia pun harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit dibandingkan Malaysia.

Situasi itu membuat permainan skuad Garuda berubah setelah kehilangan Haye. Malaysia mampu memberikan tekanan lebih intensif, sementara Indonesia kesulitan membangun serangan untuk menciptakan ancaman ke pertahanan lawan.

Herdman mengakui kondisi tersebut menjadi bagian yang harus dievaluasi timnya. Ia menilai strategi menyerang ketika bermain dengan 10 pemain belum berjalan sesuai harapan.

"Saya pikir satu-satunya yang perlu diperbaiki adalah aspek menyerang dari strategi ketika bermain dengan 10 pemain," kata John Herdman usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin.

Padahal, Herdman menilai Indonesia sebenarnya mampu menunjukkan permainan yang cukup positif sebelum kehilangan satu pemain. Saat masih berkekuatan lengkap, skuad Garuda disebut mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Indonesia sempat mengancam melalui sundulan yang membentur tiang. Tim asuhan Herdman juga menghasilkan beberapa tembakan dan bahkan sempat mencetak gol, meski akhirnya dianulir oleh wasit.

Situasi berubah ketika Haye harus meninggalkan lapangan. Dengan hanya 10 pemain, Indonesia lebih banyak berkonsentrasi menjaga pertahanan dan kesulitan mengembangkan permainan ke depan.

Herdman menilai pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi timnya. Indonesia perlu memiliki pendekatan yang lebih efektif agar tetap mampu memberikan ancaman meskipun jumlah pemain di lapangan berkurang.

"Mungkin (ke depan) kami bisa lebih menyerang dengan formasi 10 pemain," ujar Herdman.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena Indonesia masih harus menjalani pertandingan berikutnya di Grup A. Skuad Garuda akan menghadapi Bangladesh pada Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Punya Skuad Mentereng dan Main di Kandang Sendiri, Timnas Indonesia Masih Dihantui Satu Masalah

Hasil melawan Malaysia membuat Indonesia mengoleksi tiga poin dan berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A. Malaysia juga memiliki tiga poin, tetapi berada di puncak karena unggul selisih gol.

Karena itu, Herdman perlu memastikan pengalaman menghadapi Malaysia tidak berhenti sebagai catatan pertandingan. Persoalan saat bermain dengan 10 pemain harus menjadi bagian dari persiapan Indonesia menghadapi laga-laga berikutnya.

Laga kontra Bangladesh pun akan menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk memperbaiki sejumlah aspek permainan. Terutama bagaimana Indonesia tetap mampu membangun serangan apabila kembali menghadapi situasi kehilangan satu pemain di tengah pertandingan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama