Kredit Foto: Cita Auliana
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap kondisi hubungannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Keduanya kini diketahui tidak lagi berada dalam relasi pemerintahan seperti sebelumnya.
Luhut memastikan hubungan personal dengan mantan presiden itu tetap berjalan baik. Bahkan, menurut dia, tidak ada perubahan berarti dalam sikap politikus senior itu sejak pertama kali mengenalnya hingga menyelesaikan dua periode kepemimpinannya sebagai presiden.
Baca Juga: PSI Bakal Merasakan 'Berkah' Jokowi: Punya Efek Underdog, Nantinya Kantongi Efek Bandwagon
Luhut mengatakan hubungan keduanya tidak berubah meskipun posisi dalam pemerintahan telah mengalami perubahan. Ketika Jokowi menjabat presiden, ia berada dalam posisi sebagai pejabat yang bekerja di bawah kepemimpinannya.
Kini, setelah politikus senior tersebut tidak lagi menjadi presiden, hubungan keduanya tetap terjaga sebagai sahabat.
“Kami berkawan dan saya tidak melihat ada perubahan dari beliau dari apa yang saya kenal dulu sampai dengan hari ini. Sampai di waktu presiden jadi bos saya maupun sekarang setelah tidak, kami tetap berteman dengan baik,” kata Luhut, dikutip Selasa (29/9/2026).
Luhut juga mengungkap alasan dirinya memiliki pandangan positif terhadap sosok Jokowi. Menurutnya, mantan presiden tersebut merupakan figur yang memiliki sejumlah kualitas yang dapat dijadikan teladan.
Penilaian itu tidak hanya muncul karena hubungan kerja yang pernah mereka jalani dalam pemerintahan. Luhut mengaku mengenal Jokowi dalam perjalanan panjang selama dirinya menjalankan berbagai tugas negara.
Ia bahkan mengingat kesempatan yang pernah diberikan Jokowi kepadanya ketika masih berada di pemerintahan.
“Di Pak Jokowi saya enggak bisa lupa karena beliau memberi saya kesempatan untuk mengeluarkan potensi yang ada di saya,” ujar Luhut.
Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Selama Era Jokowi, Luhut memang dipercaya menjalankan sejumlah tugas dan posisi strategis.
Kepercayaan tersebut membuat Luhut dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sekaligus menjalankan berbagai tanggung jawab yang diberikan pemerintah.
Baca Juga: PSI Tak Berhenti di Jokowi, Next Bakal Dedi Mulyadi: Mereka Butuh Sosok Capres-Cawapres...
Bagi Luhut, relasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan atau posisi politik. Hubungannya dengan mantan presiden itu tetap berlangsung meskipun mantan presiden itu telah meninggalkan kursi kepresidenan dari Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: