Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Selama di Gerindra, Tak Akan Ada Cerita Dedi Mulyadi Lawan Prabowo

Selama di Gerindra, Tak Akan Ada Cerita Dedi Mulyadi Lawan Prabowo Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai masuk dalam percakapan politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Popularitas dan elektabilitasnya membuat namanya dinilai memiliki potensi untuk berada dalam bursa kandidat nasional hingga menjadi lawan dari Prabowo Subianto.

Namun, Pengamat Politik Adi Prayitno melihat ada satu persoalan mendasar yang membuat skenario politikus berhadapan langsung dengan presiden masih sulit dibayangkan.

Baca Juga: Luhut Ungkap Sikap Jokowi: Ya Pastilah Ada Kurangnya, Tapi Kita sebagai Manusia Harus...

Persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai tingkat elektabilitas, melainkan posisi politik dari Dedi Mulyadi. Ia merupakan kader dan bawahan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Kalau Dedi Mulyadi, saya selalu mengatakan bahwa memang tidak rasional dan tidak tepat kalau dia itu dipersepsikan akan maju, apalagi head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto di 2029," kata Adi dalam tayangan YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (29/9/2026).

Posisi Dedi di Gerindra menjadi faktor penting dalam membaca arah politiknya menuju 2029. Terlebih, Dedi tidak hanya tercatat sebagai kader, tetapi juga menduduki posisi dari Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra.

Adi menilai sikap politik dari gubernur tersebut sejauh ini juga belum menunjukkan adanya persiapan untuk menjadi rival dari Prabowo.

"Mengingat per hari ini dia itu adalah kadernya Gerindra. Dedi Mulyadi juga selalu mengatakan terus dan tegak lurus bersama Gerindra dan Pak Prabowo Subianto," ujarnya.

Menurut Adi, membicarakan politikus itu sebagai calon presiden yang akan berhadapan langsung dengan ketua partainya saat ini justru tidak memiliki dasar politik yang kuat.

Apalagi, Gerindra merupakan partai yang mengusung Prabowo. Dedi sebagai salah satu kader senior partai tentu berada dalam garis politik yang berbeda jika harus menghadapi ketua umumnya sendiri dalam kontestasi Pilpres.

"Sepanjang Dedi Mulyadi itu masih bersama dengan mereka, selalu bersama dengan partainya mendukung penuh ketunya, tak ada jalan ceritanya bagi dia untuk bisa maju di 2029," tegas Adi.

Menurut Adi, pembicaraan mengenai gubernur itu sebagai calon presiden akan menjadi lebih relevan apabila suatu saat ia tidak lagi berada di Gerindra.

"Baru kemudian bicara tentang peluang, kesempatan, dan sangat mungkin misalnya akan head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto," ungkapnya.

Dengan kata lain, faktor penentunya bukan hanya elektabilitas, melainkan keputusan politik yang akan diambil oleh Dedi.

Baca Juga: PSI Bakal Merasakan 'Berkah' Jokowi: Punya Efek Underdog, Nantinya Kantongi Efek Bandwagon

Selama Dedi tetap menjadi kader partai tersebut, skenario pertarungan langsung dengan petahana dinilai belum mungkin terjadi di 2029.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar