Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

INKA Terbelit Utang Rp4,7 Triliun, Merger dengan KAI Dibayangi Masalah Keuangan

INKA Terbelit Utang Rp4,7 Triliun, Merger dengan KAI Dibayangi Masalah Keuangan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan merger PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dengan PT KAI (Persero) dapat rampung sebelum Januari 2027.

Namun, rencana peleburan kedua perusahaan pelat merah tersebut masih menghadapi persoalan keuangan di tubuh INKA. Perusahaan disebut memiliki utang tidak berkelanjutan atau unsustainable loan mencapai Rp4,7 triliun dan mencatat ekuitas negatif.

COO Danantara Dony Oskaria mengatakan merger INKA dan KAI merupakan bagian dari transformasi BUMN di sektor industri. Sebelum proses tersebut berjalan, Danantara perlu membenahi kondisi keuangan INKA terlebih dahulu.

"Karena itu sedang kita lakukan nanti improvement di situ. Termasuk penambahan modal, karena kan mereka itu sebetulnya punya financial problem juga itu, INKA itu," ujar Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Dony, kondisi keuangan INKA saat ini belum cukup kuat untuk mendukung rencana transformasi tersebut. Selain memiliki unsustainable loan Rp4,7 triliun, ekuitas perusahaan juga berada di posisi negatif.

"Equity-nya negatif, ada unsustain loan Rp4,7 triliun. Jadi teman-teman bisa bayangin semua dirapikan. INKA itu juga punya problem keuangan," kata Dony.

Karena itu, persoalan keuangan INKA dinilai perlu segera dibenahi agar perusahaan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalankan perannya sebagai produsen armada kereta api nasional.

Baca Juga: Molor Lebih dari Setahun, Bos KAI Keluhkan KRL Buatan INKA

Baca Juga: Rugi Rp670 Miliar, INKA Butuh Pembenahan Serius

Baca Juga: Penumpang Tumbuh, KAI Usulkan Impor 23 Trainset KRL Bekas dari Jepang

"Nah karena itu kita harus benahi. Supaya nanti ke depannya INKA itu bisa menjadi industri transportasi publik kita," tegas Dony.

Danantara pun tetap memasang target agar proses merger INKA dan KAI dapat diselesaikan sebelum awal 2027. Namun, Dony mengaku masih perlu memastikan kembali jadwal pasti proses konsolidasi tersebut.

"Saya mesti cek persisnya, tapi mereka akan merger harusnya sebelum Januari (2027). Tapi saya harus cek, ini kan proses konsolidasi per sektor kita kan," pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan