Saatnya Koalisi? Ini Bocoran Pertemuan Selanjutnya antara Megawati dan Prabowo
Kredit Foto: BPMI
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpeluang kembali terjadi dalam waktu dekat. PDIP menyebut 17 Oktober 2026 sebagai salah satu tanggal yang diharapkan menjadi momentum pertemuan lanjutan.
Tanggal tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Prabowo.
Baca Juga: Kasus Ijazah Terus Bergulir, Pengamat Yakin Jokowi Gerah hingga Akhirnya Putuskan Umumkan Gabung PSI
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan pertemuan lanjutan antara dua tokoh tersebut masih dalam tahap harapan dan belum memiliki agenda politik yang dipastikan.
"Maka memang akan ada pertemuan lanjutan, insyaallah. Mudah-mudahan pertemuan lanjutan itu bisa di tanggal 17 Oktober ketika Bapak Presiden kita ulang tahun," kata Said, dikutip Rabu (30/9/2026).
Rencana tersebut muncul setelah Prabowo bertemu Megawati di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/9/2026). Dalam pertemuan itu, Prabowo datang untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Pertemuan pertama berlangsung sekitar 40 menit. Menurut Said, waktu tersebut cukup singkat karena Prabowo memiliki kesibukan sebagai Presiden.
"Pertemuan kemarin itu hampir 40 menit. Memang singkat karena Bapak Presiden itu kan meluangkan waktu beliau di antara kesibukan beliau," ujar Said.
Karena berlangsung dalam suasana duka, Said menyebut pembicaraan lebih banyak bersifat personal dan tidak secara khusus membahas politik.
Namun, rencana pertemuan berikutnya membuka ruang spekulasi baru mengenai kemungkinan komunikasi politik yang lebih jauh antara Prabowo dan Megawati.
Terlebih, dalam pertemuan berikutnya terdapat rencana makan malam bersama. Wakil Ketua DPR sekaligus politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan menu nasi goreng kemungkinan akan disiapkan.
"Kemarin itu nasi goreng yang belum keluar karena belum jam makan malam," kata Dasco.
Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga menyinggung soal waktu pertemuan sebelumnya yang dianggap belum tepat untuk makan malam.
"Jamnya tanggung," ujar Puan.
Dasco kemudian mengatakan agenda makan nasi goreng bersama akan diupayakan dalam pertemuan berikutnya.
"Jadi, nanti akan diatur lain waktu untuk bareng-bareng makan nasi goreng," kata Dasco.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi bahwa pertemuan lanjutan tersebut akan menghasilkan kesepakatan koalisi antara PDIP dan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Said sendiri masih menegaskan posisi PDIP berada di luar pemerintahan.
"Kami tidak di dalam, kami di luar penyeimbang. Biasa-biasa saja," kata Said.
Karena itu, tanggal 17 Oktober lebih tepat dipandang sebagai peluang untuk kembali membangun komunikasi antara dua tokoh politik tersebut. Apakah pembicaraan akan berkembang menjadi agenda politik yang lebih serius masih belum dapat dipastikan.
Said mengatakan belum ada pembahasan final mengenai poin-poin yang akan dibawa dalam pertemuan tersebut. Urusan politik maupun agenda lainnya masih mungkin muncul.
Dengan adanya rencana pertemuan lanjutan, perhatian publik kini tertuju pada apa yang akan terjadi ketika Megawati dan Prabowo kembali duduk bersama.
Baca Juga: PSI: Yang Menggugat Cuma Pihak Tak Bisa Terima Kenyataan Ini Sudah Eranya Prabowo-Gibran
Jika pertemuan hanya menjadi ajang silaturahmi, posisi PDIP sebagai penyeimbang tetap tidak berubah. Namun, apabila pembicaraan berkembang ke arah politik, pertemuan tersebut dapat menjadi momentum baru dalam hubungan PDIP dan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar