Kredit Foto: Istimewa
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, mendorong TNI/Polri untuk melakukan validasi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) hingga ke pelosok daerah.
Luhut mengatakan, keterlibatan TNI/Polri hingga aparat berwenang lain bisa bantu memverifikasi calon penerima bansos hingga ke wilayah terluar. Termasuk membantu proses registrasi dalam sistem digitalisasi bansos melalui portal Perlinsos Digital.
"TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibmas, ASN, pegawai di gunung-gunung sana, di gunung-gunung, di kampung-kampung itu yang sulit dicapai mungkin oleh orang yang punya HP, itu TNI-Polri itu turun. Jadi untuk menunjukkan keadilan tadi itu," kata Luhut seusai Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Luhut berharap program bansos digital ini bisa menjangkau masyarakat seluas-luasnya, sembari memastikan bahwa tidak ada warga yang berhak justru terlewat.
"Target kita besar 48 juta orang terdaftar dalam Perlinsos Digital hingga Desember 2026. Makanya kita jangan ada rakyat yang tertinggal," tegas Luhut.
Hanya saja, hingga saat ini Perlinsos Digital baru menjangkau sekitar 5,5 juta keluarga pendaftar. Namun, Luhut optimistis bisa menembus angka 48 juta pendaftar pada akhir tahun ini.
"Sekarang baru 5,5-6 juta. Tapi makanya kami bikin ramai-ramai ini supaya angka ini bisa cepat, dan kita yakin bisa," seru dia.
Baca Juga: Luhut Kejar 48 Juta Data Warga, Bansos 2027 Beralih ke Digital
Baca Juga: Data Bansos hingga Subsidi Tak Sinkron, Baleg DPR Ingin Data Bukan Arsip
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Cair September 2026, Cek Nama Anda Sekarang
Oleh karenanya, ia turut mengajak seluruh unsur masyarakat untuk memperluas jangkauan registrasi dalam gerakan #PeduliTetangga. Pendamping PKH, RT/RW, pemerintah daerah, serta masyarakat umum dapat menjadi Kawan Perlinsos dan membantu warga di sekitarnya mengakses Perlinsos Digital.
Menurut catatan Kementerian Sosial, jumlah total agen Perlinsos yang terdaftar baru mencapai 289.749 orang, terdiri dari pegawai pemda, masyarakat umum, pendamping PKH, perangkat desa/kelurahan, hingga kepala RT/RW. Pemerintah menyasar sekitar 500 ribu orang nantinya bisa terdaftar sebagai agen Perlinsos pada akhir 2026.
"Karena kalau per hari kita punya 500 ribu agen, tiap agen ngambil 2 orang aja 1 juta kan (keluarga penerima terdaftar). Dari 1 juta kalau per 30 hari ya 30 juta (keluarga penerima terdaftar)," terang Luhut.
Bagi masyarakat yang tertarik menjadi agen Perlinsos, pendaftar terlebih dahulu perlu memiliki akun Identitas Kependudukan Digital (IKD), kemudian mengakses agent-perlinsos.kemensos.go.id dan memilih menu “Daftar Menjadi Agen”.
Selanjutnya, pendaftar perlu mengisi data diri, melakukan verifikasi wajah, serta menyetujui Pernyataan Komitmen Agen. Setelah seluruh tahapan selesai, pendaftar resmi menjadi Agen Perlinsos dan dapat membantu warga di lingkungan sekitar.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan