Kasus Chat Cabul Mahasiswa UGM Viral, DPR Ingatkan Kampus Jangan Cuma Bergerak Saat Heboh
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Kasus dugaan percakapan cabul dalam grup WhatsApp mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mendapat sorotan dari DPR. Komisi X DPR meminta penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tidak baru dilakukan setelah persoalan tersebut menjadi perhatian publik.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menilai dugaan tersebut merupakan persoalan serius. Namun, ia mengingatkan proses pemeriksaan tetap harus dilakukan secara objektif karena status pihak yang dilaporkan masih sebatas dugaan.
“Kami melihat dugaan ini sebagai persoalan serius, tetapi karena masih berupa dugaan, harus diperiksa secara objektif dan tetap menjamin hak korban maupun terlapor,” kata Lalu kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Menurut Lalu, perhatian terhadap kasus kekerasan di lingkungan kampus seharusnya tidak bergantung pada apakah sebuah kasus sudah viral atau belum. Pemerintah dan perguruan tinggi dinilai perlu memiliki mekanisme penanganan yang berjalan secara konsisten.
Ia juga meminta kampus tidak ragu memberikan sanksi apabila proses pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kekerasan. Sanksi tersebut, kata dia, harus diberikan secara tegas sekaligus proporsional sesuai aturan yang berlaku.
“Jika setelah pemeriksaan terbukti terjadi kekerasan, sanksi harus diberikan secara tegas dan proporsional. Bahkan, untuk mahasiswa, sanksi berat yang diatur adalah pemberhentian tetap sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Selain persoalan sanksi, Komisi X mendorong kampus memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Lalu meminta Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus menjalankan fungsinya secara konsisten.
“Jadi yang kami dorong adalah kampus konsisten menjalankan aturan, memperkuat Satgas, memastikan kanal pelaporan aman, dan memberikan perlindungan kepada korban agar kasus serupa tidak terus berulang,” kata Lalu.
Sorotan DPR tersebut muncul setelah beredarnya percakapan mahasiswa FT UGM di grup WhatsApp yang disebut menjurus pada pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Pihak fakultas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap mahasiswa yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Dekan FT UGM, Prof Ir Selo, mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan mahasiswa yang diduga terlibat. Dalam perkembangan terakhir, terdapat 10 mahasiswa yang telah diperiksa dan seluruhnya disebut berasal dari angkatan 2024.
“Saya sudah ketemu langsung dengan para mahasiswa terduga pelaku. Kemarin ada 10 orang, dan kami masih terus melakukan pemeriksaan mahasiswa lainnya yang kemungkinan terlibat. Semuanya angkatan 2024,” ujar Selo, dilansir detikJogja, Selasa (29/9).
Pemeriksaan tersebut belum berhenti pada 10 mahasiswa. FT UGM masih menelusuri kemungkinan adanya mahasiswa lain yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Fakultas juga menyatakan akan menonaktifkan seluruh mahasiswa yang diduga terlibat dari kegiatan perkuliahan selama proses pemeriksaan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan sembari proses pengusutan berjalan bersama Satgas PPKS UGM.
Baca Juga: Prabowo Wacana soal Kuliah Gratis, Guru Besar UGM: Biar Enggak Omon-Omon Terbitkan Dasar Hukumnya
Selo mengatakan proses tersebut diharapkan dapat berlangsung dengan baik tanpa mengganggu suasana akademik di kampus. Perlindungan terhadap korban juga menjadi bagian yang diperhatikan selama pemeriksaan berlangsung.
“Tujuannya tentu agar selama proses pemeriksaan berlangsung, suasana kampus bisa kembali nyaman, melindungi korban dan menjaga integritas investigasi/pemeriksaan,” tuturnya.
Kasus ini menunjukkan pentingnya mekanisme penanganan yang tidak hanya bekerja ketika persoalan sudah menjadi sorotan publik. Di sisi lain, proses pemeriksaan tetap perlu memastikan fakta kasus terungkap secara objektif sebelum menentukan bentuk pelanggaran maupun sanksi terhadap pihak yang dilaporkan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama