Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Goodbye? Pegiat Politik Ungkap Alasan PSI Disebut Mulai Melirik Dedi Mulyadi

Jokowi Goodbye? Pegiat Politik Ungkap Alasan PSI Disebut Mulai Melirik Dedi Mulyadi Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat sosial, politik, dan ekonomi, Arif Wicaksono, menilai pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap PSI pada Pileg 2024 tidak signifikan.

Meski perolehan suara PSI meningkat dari 1,89 persen pada Pileg 2019 menjadi 2,80 persen pada Pileg 2024, partai berlambang gajah tersebut tetap gagal menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen sehingga tidak memperoleh kursi di DPR.

Baca Juga: Jokowi Didukung Relawan untuk Pimpin PSI, Mardiansyah: Kami Akan Ikuti Langkah Politiknya

Di sisi lain, PDI Perjuangan (PDIP) memang mengalami penurunan suara dari 19,33 persen pada Pileg 2019 menjadi 16,72 persen pada Pileg 2024. Namun, partai berlambang banteng itu tetap keluar sebagai pemenang pemilu legislatif.

"PSI walau tidak lolos, tapi perolehan suara naik. Tak berpengaruh Signifikan, PDIP tetap Menang Pileg. PSI keok tak dapat kursi di DPR, walau di-endorse Jokowi," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (30/9).

Karena itu, Arif menilai peluang PSI untuk masuk parlemen pada pemilu mendatang akan tetap berat apabila masih mengandalkan pengaruh Jokowi yang kini tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan PSI mulai melirik Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi di berbagai survei.

"2029 akan sulit untuk PSI, jika mengandalkan Jokowi. Makanya sekarang PSI lagi *menjilat" KDM, Jokowi Goodbye," tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan dirinya telah resmi menjadi anggota Partai PSI sejak tahun lalu. Pengakuan itu disampaikan secara terbuka di hadapan ratusan kader saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bahkan menunjukkan langsung Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI miliknya sebagai bukti bahwa dirinya telah menjadi bagian dari partai berlambang gajah itu.

Baca Juga: Pengamat Bongkar Alasan Gibran Lebih Setuju Kantin Sekolah untuk MBG Dibanding Dapur Militer

Menurut Jokowi, status keanggotaannya di PSI dimulai pada 14 Oktober 2025. Namun, ia mengaku masih banyak pihak yang meragukan kabar tersebut sehingga memilih memperlihatkan kartu anggota yang dimilikinya.

"Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya," ujar Jokowi, dikutip Minggu (27/9).

KTA yang ditunjukkan Jokowi memiliki nomor anggota unik, yakni S337220257777777.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya