Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Masih Ada Dedi Mulyadi, Relawan Jokowi Tak Masalah Gibran Ditinggalkan Prabowo

Masih Ada Dedi Mulyadi, Relawan Jokowi Tak Masalah Gibran Ditinggalkan Prabowo Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Relawan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mempersoalkan kemungkinan berakhirnya pasangan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar mengatakan keputusan mengenai pasangan calon merupakan hak politik dari Prabowo. Karena itu, jika politikus itu memilih tidak melanjutkan duet dengan yang saat ini menjadi wapresnya, tidak ada alasan untuk memaksakan pasangan tersebut.

Baca Juga: Sidang Kasus Jokowi, Dokter Tifa Skak Berulang Kali Lechumanan: Anda Tidak Benar-benar Mengerti...

“Tapi kalau presiden nggak mau sama beliau lagi, masak mau dipaksa,” kata Mardiansyah, dikutip Jumat (2/10/2026).

Mardiansyah memang mengakui bahwa sejak awal kelompoknya masih berharap keberlanjutan pasangan Prabowo-Gibran. Bahkan, ia menyebut dukungan tersebut sebelumnya diarahkan hingga 2034.

“Harapan kita sejak awal termasuk arahan bapak kita dukung keduanya bahkan sampai 2034,” ungkapnya.

Namun, politik tidak selalu berjalan sesuai skenario awal. Prabowo bisa saja tiba-tiba meninggalkan Gibran. Karenanya, salah satu nama yang kini mulai dikaitkan dengan wapres itu adalah Dedi Mulyadi. Wacana Gibran-Dedi Mulyadi disebut semakin sering dibicarakan menjelang Pilpres 2029.

“Cuma kita lihat ke depan. Ya pasti ada takdir sendiri dengan Mas Gibran,” tuturnya.

Menurut dia, apabila dinamika politik kemudian mempertemukan kedunya sebagai pasangan, hal tersebut bukan persoalan bagi kelompoknya.

“Kalau takdir politiknya nanti berpasangan dengan beliau ya bagus-bagus saja,” ujarnya.

Internal Prabowo sendiri diduga tengah menyiapkan skenario ditinggalkannya Gibran. Hal ini menyusul gugatan terhadap stasunya sebagai calon wakil presiden yang bisa berujung pemakzulan dari DPR.

Prabowo diketahui baru-baru ini bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Pertemuan itu diduga membahas kemungkinan pengganti dar Gibra,

Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai terbuka kemungkinan sosok dari partai tersebut masuk dalam bursa calon pengganti wapres apabila pengadilan nantinya mengabulkan permohonan yang diajukan Denny Indrayana di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Ray, kandidat pengganti wapres tidak hanya berpotensi berasal dari partai-partai yang selama ini berada dalam lingkaran pemerintahan dari Prabowo. PDIP juga dapat muncul memberikan nama sebagai salah satu opsi.

Baca Juga: Pernah Jadi Menkopolhukam, Mahfud Bilang Fasilitas Mewah Tak Hanya di Lapas Cibinong

"Ada mungkin calon ketiga yang mungkin tidak kita duga-duga. Siapa itu? Bisa saja datang dari PDIP. Bisa saja," kata Ray.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar