Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pernah menjadi dua nama yang nyaris selalu berdiri berseberangan dalam perdebatan sepak bola dunia. Kini, ketika usia membawa keduanya semakin dekat dengan akhir perjalanan internasional, Messi dan Ronaldo justru menghadapi babak berbeda bersama negara masing-masing.
Messi sedang menyiapkan perpisahan dengan Argentina setelah lebih dari dua dekade membela Albiceleste. Sementara Ronaldo belum memastikan kapan akan mengakhiri karier bersama Portugal, tetapi keputusan meninggalkan kamp tim nasional baru-baru ini kembali membuat masa depannya menjadi sorotan.
Messi telah mengonfirmasi bahwa dirinya pensiun dari tim nasional Argentina. FIFA mencatat, keputusan itu diumumkan Messi pada Agustus 2026 setelah ia menjalani perjalanan panjang bersama Albiceleste sejak debut di Piala Dunia 2006.
Perpisahan itu pun disiapkan dalam suasana yang sangat berbeda. Pada 6 Oktober 2026, Messi dijadwalkan tampil dalam pertandingan melawan Benin di Estadio Monumental yang menjadi penampilan terakhirnya bersama Argentina.
Sebelum pertandingan tersebut, Messi bahkan akan menerima penghormatan dari Universitas Buenos Aires. UBA telah memutuskan memberikan gelar Doctor Honoris Causa kepada sang kapten, penghargaan kehormatan tertinggi yang diberikan universitas tersebut.
Keputusan itu disetujui secara bulat oleh Dewan Tinggi UBA. Universitas menyebut perjalanan Messi sebagai contoh keunggulan, ketekunan, kerendahan hati, perilaku etis, serta komitmennya dalam merepresentasikan Argentina.
Menariknya, penghargaan tersebut diberikan pada hari yang sama dengan laga perpisahan Messi. Artinya, pemain 39 tahun itu akan menutup perjalanan internasionalnya bukan hanya dengan pertandingan, tetapi juga penghormatan khusus dari salah satu institusi pendidikan terbesar di Argentina.
Perjalanan Messi bersama Argentina memang tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami kegagalan di sejumlah final dan harus melewati periode panjang sebelum akhirnya mengangkat trofi-trofi besar bersama negaranya.
Puncaknya datang di Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024. Messi kemudian kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026 sebelum kalah 0-1 dari Spanyol.
Dengan demikian, laga melawan Benin bukan sekadar pertandingan biasa bagi Messi. Itu menjadi penutup perjalanan panjang seorang pemain yang melewati berbagai generasi, mengalami kritik dan kegagalan, lalu akhirnya meninggalkan tim nasional dengan sejumlah gelar terbesar yang bisa diraih.
Di sisi lain, cerita Ronaldo pada jeda internasional kali ini berjalan jauh lebih rumit. Pemain berusia 41 tahun tersebut meninggalkan kamp Portugal di Kopenhagen setelah pelatih Jorge Jesus mengumumkan bahwa dirinya tidak akan menjadi starter melawan Denmark.
Ronaldo kemudian mengonfirmasi kepergiannya setelah berbicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal Pedro Proença. Ia mengatakan alasan sebenarnya akan disampaikan kepada publik pada waktunya.
Situasi tersebut langsung memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Ronaldo bersama Portugal. Terlebih, keputusan meninggalkan kamp datang ketika karier internasionalnya memang sudah memasuki fase akhir, meski Ronaldo sendiri belum mengumumkan kapan akan pensiun dari tim nasional.
Laporan mengenai adanya ketegangan dengan Jorge Jesus juga ikut memperbesar perhatian. Namun, sejumlah detail mengenai penyebab perselisihan tersebut masih berasal dari laporan media dan belum seluruhnya dikonfirmasi secara langsung oleh Ronaldo maupun Jesus.
Kondisi itu membuat jalan Messi dan Ronaldo menuju penghujung karier internasional terlihat semakin berbeda. Messi telah memilih menutup kisahnya bersama Argentina setelah mencapai berbagai pencapaian besar, sementara Ronaldo masih menyisakan tanda tanya mengenai bagaimana bab terakhirnya bersama Portugal akan berlangsung.
Dua pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat rivalitas sepak bola dunia itu kini berada di fase yang sama, yakni penghujung karier internasional. Namun, panggung perpisahan mereka tidak datang dengan cerita yang sama.
Messi akan mengenakan jersey Argentina untuk terakhir kalinya di Monumental, menerima gelar kehormatan dari UBA, lalu menutup perjalanan panjang yang telah berlangsung sejak 2000-an. Ronaldo masih memiliki kemungkinan melanjutkan kisahnya bersama Portugal, tetapi kepergiannya dari kamp membuat bab terakhir tersebut belum memiliki bentuk yang pasti.
Pada akhirnya, rivalitas Messi dan Ronaldo bukan hanya meninggalkan catatan tentang jumlah gol, trofi, atau rekor. Ketika era keduanya mulai mendekati akhir, sepak bola justru memperlihatkan dua cara berbeda bagaimana perjalanan seorang megabintang bersama tim nasional dapat mencapai penghujungnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: