Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Zulfikar Akbar: Jangan-jangan Purbaya Salah Copot?
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pegiat media sosial Zulfikar Akbar mempertanyakan keputusan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot Luky Alfirman dari posisi Direktur Jenderal Anggaran (DJA).
Pencopotan tersebut dilakukan saat Purbaya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan pada April 2026. Keputusan itu sempat dikaitkan dengan polemik kebocoran sistem di DJA yang meloloskan anggaran sebesar Rp1,05 triliun untuk pengadaan puluhan ribu unit motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal, anggaran tersebut sebelumnya disebut telah ditolak oleh bendahara negara.
Pertanyaan mengenai keputusan tersebut kembali mengemuka setelah Luky resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih yang digelar pada Kamis (1/10/2026).
Zulfikar kemudian menyoroti perkembangan yang terjadi setelah pencopotan tersebut. Pada Senin (14/9/2026), Purbaya resmi digantikan oleh Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
"Purbaya yang mencopotnya malah kena copot," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (2/10).
Ia juga menyinggung fakta bahwa sejumlah pihak lain justru terseret dalam kasus pengadaan motor listrik tersebut.
Baca Juga: Dipecat Purbaya Lalu Diberi Jabatan Lebih Tinggi oleh Prabowo, Luky Alfirman: Perasaan Saya...
"Seorang kolonel dan sederet pejabat BGN malah masuk penjara karena terlibat pengadaan motor listrik itu. Ia mujur melangkah mulus jadi wakil menteri keuangan," lanjutnya.
Menurut Zulfikar, situasi tersebut memunculkan perdebatan baru di ruang publik.
"Jadi perdebatan baru, apakah Purbaya salah copot atau sebaliknya," tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: