Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat: Gibran Tak Sendirian, Prabowo Juga Tak Dibela Koalisinya Sendiri

Pengamat: Gibran Tak Sendirian, Prabowo Juga Tak Dibela Koalisinya Sendiri Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Soal Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tengah menghadapi perkara gugatan memunculkan pertanyaan mengenai sikap partai-partai pendukung pemerintah karena tak adanya pembelaan dari Koalisi Prabowo Subianto.

Namun, Pengamat Politik Adi Prayitno justru melihat persoalan yang lebih besar. Menurut dia, minimnya pembelaan terhadap wapres bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Presiden Prabowo Subianto juga dinilai mengalami situasi serupa ketika berbagai kebijakannya mendapat kritik publik.

Baca Juga: Waktu Tanya Dokter Tifa Dibatasi Hakim, Padahal Siapkan 2.000 Pertanyaan Seputar Kasus Ijazah Jokowi

Adi mengatakan partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan selama ini dinilai tidak terlalu aktif tampil memberikan pembelaan kepada Prabowo.

"Partai-partai koalisi kan juga banyak diam ketika Pak Prabowo diserang kanan-kiri," ujar Adi, dikutip Jumat (2/10/2026).

Ia mempertanyakan mengapa partai-partai pendukung pemerintah tidak lebih aktif memasang badan ketika kebijakan Presiden menjadi sasaran kritik.

"Mana ada yang pasang badan?" tukasnya.

Menurut Adi, kondisi tersebut penting dicermati karena publik seolah hanya melihat minimnya pembelaan ketika wapres menghadapi persoalan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Padahal Prabowo sendiri juga menghadapi berbagai kritik tanpa selalu mendapatkan dukungan terbuka dari partai-partai koalisinya. Beberapa isu tersebut antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih.

Adi menilai seharusnya partai koalisi mengambil peran lebih besar dalam menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

"Mestinya kawan-kawan partai koalisi itu satu sisi memperkuat benteng dengan narasi-narasi yang kuat dan bahkan harus diintruksikan kepada seluruh pejabat-pejabat publiknya," ujarnya.

Ia secara khusus meminta anggota dewan dari partai-partai pendukung pemerintah lebih aktif menyampaikan penjelasan kepada publik.

"Terutama misalnya kawan-kawan di seluruh DPR. Koalisi pemerintah itu speak up," tegas Adi.

Baca Juga: Dokter Tifa: Kalau Cuma Lihat 10 Menit, Dari Mana Tahu Ijazah Jokowi Itu Asli atau Tidak

Bagi Adi, dukungan politik tidak cukup diwujudkan dengan berada di dalam pemerintahan. Partai koalisi juga memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan pemerintah ketika muncul kritik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar