Dedi Mulyadi Disebut Harus Tiru Jokowi Tahun 2014 untuk Bisa Maju Pilpres di 2029
Kredit Foto: Istimewa
Pengamat politik Hendri Satrio menilai politikus Dedi Mulyadi atau KDM masih membutuhkan modal politik tambahan untuk memperbesar peluang menembus bursa pencalonan kepemimpinan nasional. Selain basis massa dan elektabilitas, Hendri menyoroti pentingnya kekuatan relawan yang mampu menjadi tekanan politik terhadap elite partai.
Hal itu disampaikan Hendri dalam siniar Helmy Yahya Bicara yang tayang pada Jumat (2/10/2026). Ia membandingkan posisi KDM dengan pengalaman Joko Widodo saat menghadapi Pemilu 2014.
Menurut Hendri, Jokowi kala itu memiliki dukungan dari kelompok relawan akar rumput yang kuat dan militan. Kelompok tersebut disebut menjadi salah satu kekuatan yang turut meningkatkan daya tawar Jokowi dalam memperoleh tiket pencalonan dari partai politik.
"Apakah KDM kemudian punya relawan-relawan seperti waktu Jokowi punya relawan yang pasang badan kuat? Nah, ini sampai hari ini belum ketemu," ungkap Hendri Satrio.
Hendri menilai belum terlihatnya kelompok relawan yang memiliki kekuatan serupa membuat posisi tawar KDM di internal Partai Gerindra belum maksimal. Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika KDM harus berhadapan dengan kader-kader yang telah lama berada di lingkaran politik Prabowo Subianto.
Sementara itu, Helmy Yahya menyoroti modal elektoral yang dimiliki KDM. Menurut Helmy, KDM merupakan salah satu figur kuat dari Jawa Barat, wilayah yang disebut memiliki basis pemilih sekitar 51 juta jiwa.
Baca Juga: Bahas Gibran dengan Denny Indrayana, Mahfud MD: Saya Sudah Menerima Putusan Pilpres
Namun, Hendri menilai besarnya elektabilitas tidak selalu cukup untuk mengubah kalkulasi elite partai. Menurutnya, kekuatan elektoral perlu dikonsolidasikan menjadi gerakan politik yang lebih terorganisasi.
Ia menilai pembentukan jaringan relawan yang solid dapat menjadi salah satu cara bagi KDM untuk meningkatkan daya tawarnya. Jika dukungan tersebut mampu berkembang menjadi gerakan akar rumput yang kuat seperti yang terlihat pada perjalanan politik Jokowi pada 2014, menurut Hendri, peluang KDM memperoleh dukungan politik dari Gerindra maupun kekuatan partai lainnya dapat semakin terbuka.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: