Infrastruktur Listrik Sukabumi Selatan Diperkuat, Buka Peluang Investasi dan Pusat Ekonomi Baru
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
BANDUNG,- Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Sukabumi, dinilai dapat memperluas ruang investasi sekaligus mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Selatan Jawa Barat.
Ketersediaan listrik yang lebih andal membuka peluang bagi pengembangan kegiatan produksi, pengolahan komoditas, hingga usaha berbasis teknologi di kawasan tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hasim Adnan mengatakan listrik saat ini memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Menurutnya, penguatan pasokan energi harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur ekonomi.
“Listrik hari ini bukan lagi sekadar kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi sudah menjadi infrastruktur ekonomi,” kata Hasim, Sabtu (3/10/2026)
Peluang tersebut semakin terbuka setelah Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kilovolt (kV) kembali beroperasi pada 27 Agustus 2026. Berdasarkan data yang dirujuk Hasim, GI tersebut memiliki kapasitas 1x60 MVA dan terhubung dengan jaringan transmisi sepanjang sekitar 56,96 kilometer melalui 88 menara.
Jaringan tersebut juga didukung empat jalur penyulang untuk mendukung penyaluran listrik kepada pelanggan.
Infrastruktur itu dinilai dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat kegiatan ekonomi di Jampang Kulon dan kawasan Pajampangan.
Hasim mengatakan dampak ekonomi dari penguatan listrik akan bergantung pada kemampuan kawasan dalam mengubah ketersediaan energi menjadi kegiatan produktif.
Baca Juga: PLN EPI Uji Coba Co-Firing Amonia di PLTU Labuan pada 2027
Sektor perikanan, misalnya, dapat memanfaatkan pasokan listrik untuk mendukung fasilitas freezer dan cold storage. Infrastruktur tersebut dapat memperpanjang masa simpan hasil tangkapan sehingga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk melakukan pengolahan dan pemasaran dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Peluang juga terdapat pada sektor pertanian dan perkebunan. Penggunaan peralatan listrik untuk proses pengeringan, penggilingan, pengolahan, dan kegiatan produksi lainnya dapat membantu meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan masyarakat.
“Jangan sampai listriknya kita kuatkan, tetapi kemampuan masyarakat memanfaatkannya tidak kita tingkatkan,” katanya.
Karena itu, Hasim mendorong agar penguatan infrastruktur energi berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM, peningkatan keterampilan tenaga kerja, akses pembiayaan, dan digitalisasi usaha.
Menurut dia, kesiapan masyarakat dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar peningkatan kapasitas infrastruktur benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi baru.
Hasim juga melihat penguatan infrastruktur dasar dapat memperbesar peluang investasi di Jampang Kulon. Keandalan pasokan energi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi dunia usaha, terutama sektor yang menjalankan proses produksi secara berkelanjutan.
Namun, ia menilai ketersediaan listrik saja belum cukup untuk menarik dan mempertahankan investasi.
“Siapa pun investornya, dia membutuhkan ekosistem, bukan satu infrastruktur saja,” ujar Hasim.
Ekosistem tersebut mencakup konektivitas jalan, ketersediaan air, jaringan internet, tata ruang, perizinan, hingga sumber daya manusia. Karena itu, penguatan GI Jampang Kulon dinilai perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung dan kebijakan yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan pasar.
Sejumlah sektor dinilai memiliki ruang pengembangan, mulai dari pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, perikanan, agroindustri, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga ekonomi digital.
Pada sektor pariwisata, misalnya, pasokan energi yang andal dibutuhkan untuk menopang hotel, restoran, homestay, pusat kuliner, serta berbagai layanan wisata yang berkembang mengikuti peningkatan kunjungan.
Jika ekosistem tersebut terbentuk, penguatan kelistrikan tidak hanya berdampak pada keandalan pasokan energi, tetapi juga dapat mendukung rantai ekonomi lokal dari produksi hingga pengolahan dan pemasaran.
Hasim menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di Selatan Sukabumi.
“Kalau pusat-pusat ekonomi baru tumbuh di daerah, masyarakat bisa bekerja dan membangun usaha di daerahnya sendiri,” katanya.
Karena itu, ia mendorong sinergi antara PLN dan pemerintah daerah agar penguatan infrastruktur kelistrikan dapat dihubungkan dengan agenda pengembangan ekonomi kawasan.
Menurut Hasim, GI Jampang Kulon dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi Selatan Sukabumi.
"Dukungan energi, konektivitas, sumber daya manusia, dan infrastruktur pendukung lainnya, kawasan tersebut memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, memperluas kegiatan usaha, serta membuka ruang bagi investasi baru,"pungkasnya
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Istihanah
Tag Terkait: