Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Listrik Jadi Tantangan, Potensi Wisata Selatan Sukabumi Bisa Mandek

Listrik Jadi Tantangan, Potensi Wisata Selatan Sukabumi Bisa Mandek Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Potensi pariwisata dan ekonomi di kawasan Selatan Kabupaten Sukabumi dinilai belum akan berkembang maksimal tanpa dukungan infrastruktur energi yang andal. Ketersediaan listrik yang stabil dan terjangkau menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendorong aktivitas usaha masyarakat di kawasan tersebut.

Penguatan sistem kelistrikan di Jampang Kulon menjadi salah satu langkah yang dinilai strategis, terutama untuk menopang pengembangan Geopark Ciletuh sebagai salah satu aset pariwisata Sukabumi.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengatakan, ketersediaan dan keterjangkauan listrik memiliki kaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Upaya untuk menggerakkan ekonomi salah satunya melalui ketersediaan dan keterjangkauan pasokan listrik,” kata Acuviarta, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, listrik kini bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga. Infrastruktur energi juga menjadi penopang berbagai kegiatan usaha, mulai dari produksi, perdagangan, jasa hingga aktivitas ekonomi berbasis teknologi.

Kondisi ini menjadi penting bagi wilayah Selatan Sukabumi yang memiliki beragam potensi ekonomi, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata. Tanpa pasokan energi yang memadai, pengembangan sektor-sektor tersebut berisiko berjalan tidak optimal.

Di sektor pariwisata, misalnya, listrik dibutuhkan untuk menopang usaha penginapan, restoran, kuliner, perdagangan, jasa wisata hingga industri kreatif. Ketika aktivitas wisata meningkat, kebutuhan terhadap berbagai produk dan jasa masyarakat lokal juga ikut bertambah.

Salah satu potensi yang bisa terdorong adalah Geopark Ciletuh. Pengembangan destinasi wisata tersebut berpeluang menciptakan permintaan baru bagi pelaku usaha di sekitarnya. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dasar, termasuk listrik yang stabil.

Dampaknya juga dapat dirasakan sektor produktif lainnya. Pasokan energi yang andal memungkinkan hasil pertanian dan perikanan tidak berhenti dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah dan dikemas sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Sektor perikanan, misalnya, membutuhkan listrik untuk penyimpanan, pengolahan, hingga pengemasan hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

“UMKM sekarang juga membutuhkan listrik, Wi-Fi, dan internet untuk menjalankan usahanya,” ujarnya.

Acuviarta menilai kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur listrik kini semakin erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi digital. Pelaku UMKM membutuhkan koneksi internet dan perangkat elektronik untuk memperluas pemasaran serta menjalankan operasional bisnis.

Jampang Kulon juga dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Selatan Jawa Barat. Arus barang, jasa, wisatawan, dan perdagangan dapat terhubung dengan wilayah selatan Cianjur hingga Garut.

Baca Juga: Infrastruktur Listrik Sukabumi Selatan Diperkuat, Buka Peluang Investasi dan Pusat Ekonomi Baru

Baca Juga: Melihat Proses Produksi Air Minum dan Pengawasan Mutu di Sukabumi

Dengan konektivitas yang semakin baik, manfaat pengembangan pariwisata tidak hanya dirasakan di lokasi destinasi. Wilayah yang menjadi jalur pendukung juga berpotensi ikut tumbuh melalui munculnya aktivitas perdagangan dan jasa baru.

Acuviarta juga mendorong agar pengembangan infrastruktur energi di kawasan tersebut tidak hanya mengandalkan sumber energi konvensional. Potensi energi terbarukan, seperti tenaga surya dan air, menurutnya dapat dikaji sebagai bagian dari strategi penyediaan energi dalam jangka panjang.

Karena itu, penguatan kelistrikan Jampang Kulon perlu dipandang sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kawasan, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“Dalam jangka menengah dan panjang itu juga berkaitan dengan investasi. Dan itu harus diprioritaskan,” jelas dia.

Untuk mempercepat pengembangan tersebut, Acuviarta mendorong sinergi antara PLN, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar peningkatan kapasitas listrik berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata, UMKM, pertanian, perikanan, dan konektivitas antarwilayah. Jika dukungan energi tidak diperkuat, potensi ekonomi Selatan Sukabumi dikhawatirkan sulit berkembang secara maksimal.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Dian Ihsan