Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kepala BGN: 'Yang Tidak Mau Repot, Tidak Modal di Program MB, Kami Amputasi Semua!'

Kepala BGN: 'Yang Tidak Mau Repot, Tidak Modal di Program MB, Kami Amputasi Semua!' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim terus melakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tegas ini diambil usai ditemukannya sejumlah persoalan di lapangan, salah satunya praktik pungutan liar atau potongan dana tak wajar yang dilakukan oleh oknum yayasan kepada mitra penyedia.

Sudaryono mengaku telah menemukan kasus yayasan yang tidak memiliki andil operasional maupun modal, tetapi tetap menuntut setoran dari mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pada praktiknya ini kami menemukan satu fakta bahwa mitra sama yayasan ini ada yang kemudian berkonflik. Mitra itu adalah orang yang punya modal, dia membangun dapurnya, keluar biaya. Yayasan itu kemudian tidak nyambung sama mitranya," kata Sudaryono.

Berdasarkan laporan yang diterima BGN, nominal potongan ilegal yang diminta oknum yayasan berkisar antara Rp1.500 hingga Rp2.000 per porsi.

Ia menegaskan bahwa praktik ini sangat berbahaya karena memicu penyusutan porsi dan penurunan kualitas gizi menu yang disajikan kepada para siswa penerima manfaat.

"Ada mitra, dia dipotong 1.500, ada yang dipotong 2.000, bayangkan! Yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi," tegasnya.

Merespons persoalan tersebut, BGN memastikan tidak akan segan-segan memutus rantai kerja sama (cut off) dengan yayasan-yayasan yang sekadar mencari keuntungan tanpa memberikan kontribusi nyata.

"Pokoknya orang-orang yang tidak ada andil, tidak membina, tidak ikut repot, tidak modal... hanya minta kejar setoran, itu semua akan kami amputasi semua," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat