- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Nasib Saham Hary Tanoe vs Jusuf Hamka: Grup MNC Rontok, CMNP Melonjak
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Penerapan batas harga minimum saham Rp1 di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menunjukkan dampaknya setelah berjalan sekitar sepekan. Perubahan aturan ini membuat saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 kini memiliki ruang untuk bergerak lebih rendah.
Dampaknya terlihat pada saham-saham yang terafiliasi dengan MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo. Dari sembilan emiten dalam grup tersebut, enam saham kini diperdagangkan di bawah Rp50. Sebelum aturan baru berlaku, jumlahnya hanya dua saham.
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) menjadi salah satu yang mengalami tekanan. Saham KPIG turun 8 poin menjadi Rp42 dari sebelumnya Rp50. Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun di Rp157 pada 2 Januari 2026, harganya telah merosot 115 poin.
Tekanan lebih dalam terjadi pada PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP). Sahamnya anjlok 22 poin dari Rp50 menjadi Rp28. Sepanjang tahun berjalan, BABP telah terkoreksi 51,72% atau turun 30 poin dari Rp58 pada awal 2026.
Baca Juga: Hary Tanoe Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi, Ini Persoalannya
Kondisi serupa terjadi pada PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP). Saham BCAP turun 21 poin menjadi Rp29 dari sebelumnya Rp50. Secara year to date (YtD), harganya telah merosot 50% atau 29 poin dari Rp58.
PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) juga masih berada dalam tekanan. Sahamnya turun 9 poin dari Rp53 menjadi Rp44. Dibandingkan posisi Rp80 pada awal tahun, MSKY telah kehilangan 36 poin atau sekitar 45%.
Sementara itu, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) turun menjadi Rp22 dari sebelumnya Rp24. Jika dibandingkan dengan harga Rp53 pada 2 Januari 2026, saham IPTV telah merosot 31 poin sepanjang tahun.
Adapun PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) masih bertahan di Rp21 dan tidak mengalami perubahan harga. Namun, jika dibandingkan dengan posisi Rp39 pada awal tahun, saham BHIT telah turun 18 poin.
Tekanan juga terlihat pada tiga saham MNC Group yang masih diperdagangkan di atas Rp50.
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) kini berada di Rp180 per saham. Dalam lima hari perdagangan, saham MSIN telah turun dari level tertingginya Rp218. Sejak awal tahun, harganya telah terkoreksi 236 poin dari Rp416.
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berada di level Rp119 per saham. Dalam lima hari perdagangan terakhir, MNCN turun dari posisi tertingginya Rp129. Secara YtD, saham tersebut telah ambles 149 poin dari Rp268.
Sementara itu, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) bertengger di Rp75 per saham, turun 6 poin dari level tertinggi Rp81 dalam lima hari perdagangan terakhir. Dibandingkan dengan harga Rp141 pada awal tahun, BMTR telah anjlok 66 poin.
Dengan demikian, tekanan harga tidak hanya menghantam saham MNC Group yang sudah berada di bawah Rp50. Hampir seluruh saham dalam grup tersebut tercatat mengalami pelemahan jika dibandingkan dengan posisi awal tahun maupun level tertingginya dalam beberapa hari terakhir.
Hary Tanoe Laporkan Jusuf Hamka
Di tengah tekanan saham-saham MNC Group, hubungan antara Hary Tanoesoedibjo dan Jusuf Hamka juga menjadi perhatian.
Hary Tanoe telah melaporkan Jusuf Hamka kepada kepolisian terkait sejumlah pernyataan yang disampaikan di ruang publik dan media sosial. Hary menyatakan laporan tersebut berkaitan dengan kekhawatirannya terhadap dampak pernyataan tersebut terhadap perusahaan terbuka dan kepentingan pemegang saham publik.
Kasus ini menjadi sorotan karena Jusuf Hamka, yang dikenal sebagai Babah Alun, baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat (2/10/2026) di Istana Kepresidenan.
Saham CMNP Justru Menguat
Berbeda dengan saham-saham MNC Group yang mayoritas masih berada dalam tekanan, saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), yang dimiliki Jusuf Hamka, justru bergerak positif.
Pada pembukaan perdagangan, saham CMNP sempat melonjak ke Rp1.480 per saham. Setelah itu, pergerakannya berada di rentang Rp1.430 hingga Rp1.485. Terakhir, saham CMNP berada di level Rp1.440 per saham.
Dalam setahun terakhir, kinerja CMNP juga masih mencatat penguatan. Saham perseroan telah naik 145 poin dari Rp1.295 pada 6 Oktober 2025.
Baca Juga: Kiamat Gocap! 4 Saham Grup MNC Milik Hary Tanoe Ambruk hingga ARB
Baca Juga: Emite Hary Tanoe (MSKY) Kembali Tersandung PKPU, Pendapatan Anjlok 40%
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% per 30 September 2026, Mohammad Jusuf Hamka tercatat memiliki 4,05% saham CMNP atau sekitar 220,95 juta saham secara langsung.
Sementara itu, BNP Paribas Wealth Management Singapore Branch menjadi pemegang saham terbesar CMNP dengan kepemilikan mencapai 59,35%.
Pergerakan tersebut menunjukkan kontras kinerja yang cukup tajam. Ketika sebagian besar saham yang terafiliasi dengan Hary Tanoe masih menghadapi tekanan, saham CMNP yang dimiliki Jusuf Hamka justru mampu bertahan di level yang jauh lebih tinggi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: