Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.914 per USD
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot bergerak tipis di awal perdagangan hari ini. Selasa (6/10/2026). Rupiah spot dibuka di level Rp 17.914 per doar AS dan membuat rupiah menguat 0,02% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan sejak konflik di Timur Tengah kembali bergejolak, Indonesia telah kehilangan sekitar 25% sumber pasokan impor bahan bakar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mencari sumber pasokan minyak dari negara lain guna menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Sejalan dengan kondisi tersebut, pemerintah kini melakukan hunting atau pencarian langsung ke negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok BBM untuk menjaga ketahanan pasokan nasional. Mekanisme pengadaan BBM yang sebelumnya dilakukan melalui lelang kini menghadapi kendala karena minimnya peserta.
Oleh karena itu, pemerintah bersama Pertamina mencari sumber pasokan alternatif secara langsung dari negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok. Strategi tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh BBM dengan harga yang berpotensi lebih tinggi dibandingkan mekanisme pengadaan normal.
"Namun, langkah ini diperlukan untuk memastikan stok BBM nasional tetap tersedia di tengah ketidakpastian pasokan global," kata dia kepada wartawan.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.917, Impor BBM Jadi Sorotan
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.882 per Dolar AS Terkerek Kebijakan Pro-Market Bank Indonesia
Menurutnya ada dua prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi tersebut. Pertama, menjaga harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, agar tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Kedua, pemerintah memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap berada pada level 18–20 hari.
Dengan demikian, apabila terjadi antrean BBM di sejumlah wilayah, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan pada ketahanan stok nasional. Antrean BBM dapat terjadi akibat kendala distribusi di lapangan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: