Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah menargetkan peningkatan investasi dalam skala besar untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengatakan Indonesia membutuhkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan.
Menurut Rosan, kebutuhan investasi tersebut lebih besar dibandingkan total investasi yang berhasil dihimpun Indonesia selama sepuluh tahun sebelumnya secara gabungan. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
"Untuk mencapai hal tersebut, kita membutuhkan investasi lebih dari 13.000 triliun rupiah dalam lima tahun ke depan," ujar Rosan dalam gelaran Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Ia mengatakan pemerintah melihat keberlanjutan bukan hanya sebagai agenda lingkungan, tetapi juga sebagai agenda ekonomi, industri, dan investasi. Karena itu, strategi pembangunan diarahkan pada penguatan sektor industri melalui hilirisasi dan transisi energi.
Rosan menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan ketahanan energi, industrialisasi, dan hilirisasi sebagai bagian utama agenda pembangunan nasional.
"Indonesia tetap berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat dengan dukungan para mitra kita," tandas Rosan.
Baca Juga: BUMN Dipangkas Jadi 354, Rosan Ungkap 97% Dividen Cuma dari 15 Perusahaan
Baca Juga: Guntur Romli Bandingkan MBG dan KDMP: Satu Dihantam Kasus Keracunan, Satu Lagi Dituding Pemborosan
Dalam paparannya, Rosan menyampaikan realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari USD120 miliar atau meningkat 12,7 persen secara tahunan. Realisasi tersebut disebut turut menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Sementara pada semester pertama tahun ini, investasi yang masuk mencapai USD61 miliar, meningkat 7,2 persen secara tahunan dan menciptakan sekitar 1,45 juta lapangan pekerjaan.
Rosan mengatakan sektor hilirisasi kini menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi Indonesia. Pemerintah mendorong investasi pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral kritis, kendaraan listrik, energi bersih, hingga industri berbasis teknologi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra