Gibran Disebut Masuk Prioritas 2029, PSI: Tokoh Biasa-biasa Saja Harus Kerja Keras
Kredit Foto: Antara/Hasrul Said
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai masuk dalam kelompok tokoh yang berpotensi mendapat prioritas untuk berlaga pada kontestasi Pilpres 2029.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menduga Gibran akan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres mendatang.
Menurut Dedy, dugaan tersebut diperkuat oleh intensitas pertemuan antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan.
"Melihat SBY dan Jokowi seringkali muncul ke permukaan bersama Prabowo Subianto saya malah curiga kalau dia tokoh politik utama bangsa ini sedang menyusun semacam agenda politik untuk berjalan bersama di masa depan," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (6/10).
Baca Juga: Bukan Puan atau AHY, Pakar Isyaratkan Ada Kuda Hitam Pengganti Gibran
"Gibran-AHY atau AHY-Gibran sedang dipersiapkan untuk memimpin bangsa ini pasca Prabowo menyelesaikan tugas-tugas kebangsaannya," imbuhnya.
Menurut Dedy, tokoh-tokoh politik lainnya tetap memiliki ruang dalam percaturan politik nasional. Namun, ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang tampak mendapat perhatian lebih.
"Lalu kemana-mana tokoh-tokoh bangsa lainnya? Mereka tetap eksis tapi tidak menjadi prioritas, ini agak mirip-mirip dengan member dalam satu komunitas. Ada yang berstatus prioritas ada yang biasa," ujarnya.
Karena itu, Dedy menilai tokoh-tokoh yang belum masuk lingkaran prioritas harus bekerja lebih keras untuk bisa tampil menonjol di hadapan publik.
"Jadi, mereka yang biasa-biasa saja perlu bekerja keras untuk bisa tampil luar biasa dan itu bisa karena dulu pernah ada yang membuktikan," tandasnya.
Sepert diketahui, pada Senin (5/10/2026), SBY, Jokowi, dan Prabowo tampil kompak dalam puncak peringatan HUT TNI di Lapangan PRIMA, Mabes TNI, Cilangkap.
Baca Juga: Soal Pengganti Gibran, Prabowo Disebut Tak Terlalu Butuh Wakil Presiden
Prabowo selaku Presiden RI berdiri diapit oleh SBY (Presiden ke-6) dan Jokowi (Presiden ke-7) dalam sesi foto bersama jajaran petinggi TNI
Sementara pada Maret 2026, Prabowo sempat mengundang SBY dan Jokowi ke Istana Negara dalam agenda silaturahmi. Pertemuan tersebut digelar khusus untuk bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik global, termasuk isu keamanan, pangan, dan kesiapan energi Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: