Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Media Kanada Bongkar Cara Herdman Bawa Timnas Indonesia Juara, Ada Keputusan Berani

Media Kanada Bongkar Cara Herdman Bawa Timnas Indonesia Juara, Ada Keputusan Berani Kredit Foto: Instagram/ @timnasindonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ada satu hal yang membuat perjalanan John Herdman bersama Timnas Indonesia kembali mendapat sorotan di Kanada. Bukan hanya karena Garuda berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga karena cara Herdman membawa timnya melewati tekanan hingga akhirnya menjadi juara.

Canadian Soccer Daily secara khusus menyoroti keberhasilan mantan pelatih tim nasional Kanada tersebut setelah Indonesia mengalahkan Thailand di final. Indonesia menang 4-2 lewat adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2 hingga babak tambahan waktu.

Salah satu keputusan Herdman yang mendapat perhatian adalah pilihannya menurunkan Emil Audero pada laga-laga penentuan. Kiper tersebut sebelumnya berada di belakang Maarten Paes, tetapi kemudian dipercaya mengawal gawang Indonesia ketika tekanan turnamen semakin besar.

Keputusan itu akhirnya terbukti penting. Dalam drama adu penalti di final, Audero menggagalkan salah satu tendangan pemain Thailand dan membantu Indonesia mengunci gelar perdana FIFA ASEAN Cup.

Namun, jalan menuju trofi sama sekali tidak mudah. Indonesia sempat bermain dengan 10 pemain saat menghadapi Malaysia setelah Thom Haye mendapat kartu merah, tetapi mampu bertahan dan mengakhiri pertandingan dengan skor 0-0.

Situasi tersebut kemudian dijawab dengan cara yang lebih meyakinkan ketika Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2. Kemenangan besar itu menjadi sangat penting karena Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih gol +9.

Indonesia bahkan harus terus mengejar gol karena Malaysia juga menang telak 6-0 atas Singapura. Gol-gol pada menit-menit akhir akhirnya membuat Indonesia lolos ke semifinal dengan keunggulan jumlah gol yang dicetak.

Baca Juga: John Herdman Tak Mau Timnas Indonesia Berhenti Setelah Juara, Piala Asia Sudah Menanti

Menurut Canadian Soccer Daily, rangkaian situasi tersebut memperlihatkan bagaimana Herdman membawa timnya menghadapi momen-momen sulit. Pelatih asal Inggris itu tidak hanya membutuhkan kualitas teknis, tetapi juga keberanian dalam mengambil keputusan ketika pertandingan memasuki fase krusial.

Gambaran tersebut kembali terlihat di final melawan Thailand. Indonesia sempat unggul lewat tendangan bebas Dean James pada menit ke-84, tetapi Thailand hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menyamakan kedudukan.

Drama semakin besar pada babak tambahan waktu. Meski bermain dengan 10 orang setelah Nicholas Mickelson diusir karena kartu kuning kedua, Thailand justru mampu mencetak gol melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.

Indonesia kemudian menunjukkan respons yang menjadi salah satu titik balik terbesar pertandingan. Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116 dan membawa laga ke adu penalti.

Sebelum final, Herdman memang sudah meminta para pemainnya tidak takut menghadapi tekanan pertandingan besar. Ia ingin anak asuhnya masuk ke Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan kesiapan untuk memberikan seluruh kemampuan mereka bagi Indonesia.

Pesan tersebut akhirnya terwujud di lapangan. Indonesia mampu bangkit beberapa kali, bertahan hingga 120 menit, kemudian memenangkan adu penalti untuk merebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Canadian Soccer Daily kemudian mengaitkan keberhasilan tersebut dengan pendekatan Herdman yang selama ini dikenal publik Kanada. Media tersebut menilai apa yang dilakukan Indonesia di Jakarta mengingatkan pada pesan-pesan yang pernah disampaikan Herdman ketika masih menangani tim nasional Kanada.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama