Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Saya Tidak Bisa Minum Airnya', Kisah Warga yang Jadi Sorotan dalam Polemik Data Center AI

'Saya Tidak Bisa Minum Airnya', Kisah Warga yang Jadi Sorotan dalam Polemik Data Center AI Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus Andi Sinulingga menyoroti kisah seorang warga lanjut usia di Mansfield, Georgia, Amerika Serikat, Beverly Morris, yang mengaku kehilangan akses air bersih setelah pembangunan pusat data milik Meta yang berlokasi sekitar 360 meter dari rumahnya.

Morris mengeluhkan aktivitas konstruksi dan operasional pusat data tersebut menyebabkan sumur bor miliknya bermasalah. Air yang sebelumnya dapat digunakan disebut menjadi keruh, tekanan air menurun, hingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Kisah Morris sebelumnya diangkat dalam laporan BBC News yang membahas tingginya kebutuhan air untuk mendukung operasional pusat data dan teknologi artificial intelligence (AI).

"Saya tidak bisa tinggal di rumah saya jika setengah bagian rumah tidak berfungsi dan tidak ada air," kata Morris. 

"Saya tidak bisa minum airnya," lanjutnya.

Andi kemudian mengungkit Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang selama ini gencar mendorong adopsi teknologi AI di Indonesia, bahkan sempat mendapat julukan sebagai "Wapres AI".

Namun, ia mengaku bersyukur rencana operasional proyek data center AI BDx di Jatiluhur, Purwakarta, tidak diterima begitu saja oleh masyarakat. Menurutnya, kekhawatiran warga terkait kebutuhan air untuk proyek tersebut patut mendapat perhatian serius.

Baca Juga: Rhenald Kasali Wanti-wanti Dedi Mulyadi, Ada Risiko Besar di Balik Proyek Data Center Jatiluhur

Saat ini, proyek data center AI BDx senilai Rp3,5 triliun di Jatiluhur dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum rampung.

"Kampanye pak wapres atas AI luar biasa, untung peresmian data center di Jabar bisa di cegah warga," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (6/10).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya