Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Asuransi BUMN Makin Ramping, Karyawan Dibayangi Pensiun Dini

Asuransi BUMN Makin Ramping, Karyawan Dibayangi Pensiun Dini Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman mengatakan proses streamlining perusahaan asuransi dan penjaminan BUMN tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Namun, konsolidasi berpotensi diikuti penawaran pensiun dini atau bentuk restrukturisasi lainnya.

Wahyudin menyebut Danantara memiliki komitmen untuk tidak melakukan PHK dalam proses konsolidasi perusahaan asuransi BUMN. Meski demikian, pengalaman merger di industri menunjukkan penggabungan perusahaan tetap dapat membawa konsekuensi terhadap sumber daya manusia (SDM).

“Komitmen Danantara, tidak ada PHK untuk karyawan. Tetapi saya tidak yakin, belajar pengalaman dalam setiap merger ada konsekuensinya diantaranya, nantinya ada penawaran pensiun dini atau bentuk lain,” kata Wahyudin kepada Warta Ekonomi, Rabu (7/10/2026).

Menurut Wahyudin, restrukturisasi SDM menjadi salah satu konsekuensi yang perlu diperhatikan ketika sejumlah perusahaan digabungkan ke dalam struktur baru. Penawaran pensiun dini menjadi salah satu opsi yang berpotensi dilakukan meski PHK disebut tidak menjadi bagian dari kebijakan konsolidasi.

Di sisi lain, proses streamlining perusahaan asuransi dan penjaminan BUMN yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 diperkirakan belum sepenuhnya selesai sesuai target tersebut.

Wahyudin memperkirakan konsolidasi segmen asuransi umum konvensional mundur maksimal hingga kuartal II 2027. Menurutnya, masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui sehingga proses tersebut membutuhkan waktu lebih panjang.

“Dapat tercapai khususnya pengalihan portofolio Unit Syariah Asuransi Tugu dan Unit Syariah BRI Insurance ke Jasindo Syariah. Untuk konvensional, akan mundur maksimal Q2 2027, karena ada beberapa tahap dan kondisi terkini,” ujar Wahyudin.

Untuk segmen asuransi umum konvensional, Wahyudin memperkirakan struktur konsolidasi masih melibatkan Jasindo, BRI Insurance, dan Tugu. Namun, Tugu diperkirakan masuk pada tahap kedua karena statusnya sebagai perusahaan publik.

“Adapun, konvensional antara Jasindo, BRI Insurance dan Tugu. Namun, Tugu kemungkinan masuk tahap kedua karena salah satu alasannya perusahaan publik,” ujarnya.

Sementara itu, untuk segmen asuransi umum syariah, Jasindo Syariah disebut menjadi entitas yang bertahan sekaligus tujuan pengalihan portofolio unit usaha syariah. Adapun konsolidasi untuk segmen asuransi jiwa syariah diperkirakan belum dilakukan pada tahun ini.

Baca Juga: Target Akhir Tahun Tak Tercapai, Merger Asuransi BUMN Diprediksi Molor ke 2027

Baca Juga: Ditargetkan Rampung Tahun Ini, OJK Ungkap Merger Asuransi BUMN Belum Ada Perkembangan

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan merger perusahaan asuransi BUMN harus terealisasi pada akhir 2026.

“Untuk merger asuransi juga sudah terjadi. Akhir tahun ini sudah harus terjadi,” ujarnya saat di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dengan konsolidasi tersebut, perubahan struktur perusahaan juga akan diikuti penataan organisasi dan SDM. Pemerintah melalui Danantara menyatakan tidak akan melakukan PHK, tetapi pengamat melihat opsi pensiun dini atau bentuk penyesuaian lainnya tetap dapat muncul dalam proses merger.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri