Kredit Foto: Ist
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta adanya permintaan maaf dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia diminta tidak hanya memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya soal pergantian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Dian Sandi Utama mengatakan penjelasan aktivis itu terkait pernyataan “ganti mas wapres” memang sudah disampaikan. Syahganda sebelumnya menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan rekaman lama yang dibuat sebelum dirinya bergabung dengan pemerintahan dan baru kembali beredar setelah ia dilantik sebagai Kepala Bakom.
Baca Juga: Pengamat: Harapan Politik Keluarga Jokowi Tinggal di Kaesang, tapi Gibran Rela Menepi?
Namun, Dian mengatakan bahwa masih ada bagian lain yang belum tuntas dijelaskan, terutama pernyataan mengenai Jokowi. Klarifikasi Syahganda menurutnya akan lebih lengkap apabila juga disertai penjelasan mengenai ucapan yang pernah menyebut mantan presiden itu sebagai sosok yang “bukan siapa-siapa”.
“Lebih bagus lagi jika klarifikasi pernyataannya tentang siapa itu Jokowi. Katanya dia bukan siapa-siapa padahal presiden sangat menghargai Pak Jokowi,” ujar Dian, dikutip Rabu (7/10/2026).
Pernyataan Dian tersebut muncul setelah polemik mengenai rekaman lama aktivis itu kembali mencuat di ruang publik. Sebelumnya, Syahganda menjelaskan bahwa kritiknya disampaikan ketika dirinya masih berada di luar pemerintahan.
Syahganda menyebut pernyataan tersebut disampaikan ketika menjadi narasumber dalam siniar Refly Harun di September 2026. Ketika itu, ia belum menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Syahganda baru dilantik sebagai Kepala Bakom pada 2 Oktober 2026. Karena statusnya kini telah berubah, ia mengatakan sikapnya dalam pemerintahan juga berbeda dengan ketika dirinya masih berada di luar pemerintahan.
“Kritik terhadap beliau disampaikan saat masih berada di luar pemerintahan. Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden,” tukasnya.
PSI, meski demikian, manilai perubahan posisi tersebut seharusnya juga diikuti dengan penyelesaian terhadap pernyataan masa lalu yang kembali beredar.
Dian bahkan menilai permintaan maaf tidak perlu dipandang sebagai persoalan besar. Menurut dia, langkah tersebut justru dapat menjadi awal yang baik setelah Syahganda resmi bergabung dalam pemerintahan.
Baca Juga: Pengamat Sinyalkan Jokowi Ada di Persimpangan Politik, Kaesang Lebih Baik daripada Gibran?
“Memulai suatu yang baik tidak ada salahnya meminta maaf,” tukas Dian.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar