Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hashim Ungkap Prabowo Belajar dari Soeharto soal Pangan, 3 Juta Hektare Sawah Tak Jadi Dibuka!

Hashim Ungkap Prabowo Belajar dari Soeharto soal Pangan, 3 Juta Hektare Sawah Tak Jadi Dibuka! Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sejak lama menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah.

Menurut Hashim, Prabowo banyak belajar dari Presiden ke-2 RI Soeharto yang dinilai berhasil menjaga ketahanan pangan. Dengan pasokan pangan yang cukup, kebutuhan masyarakat terpenuhi dan kondisi sosial pun lebih tenang.

"Pak Prabowo begitu terobsesi dari dulu dengan ketahanan pangan. Karena mungkin beliau belajar dari Pak Harto bahwa asal ada pangan yang cukup, rakyat tenang dan nyaman, tidak ada gaduh dan sebagainya. Saya menghayati dan saya juga mendukung," ujar Hashim dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Saat Prabowo mulai menjabat pada 2024, pemerintah sempat menghitung kebutuhan tambahan lahan sawah sekitar 2-3 juta hektar untuk mendukung ketahanan pangan. Rencana itu sempat menimbulkan kekhawatiran akan adanya pembukaan lahan besar-besaran dan penebangan hutan.

Namun, Hashim mengatakan pemerintah kini tidak perlu lagi melakukan perluasan sawah tersebut. Pasalnya, Kementerian Pertanian di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman disebut berhasil mencapai target swasembada beras lebih cepat dari jadwal.

Baca Juga: Hashim: Indonesia Tak Ingin Bunuh Diri Ekonomi dengan Menutup Industri Batu Bara

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo Mundur dari Komisaris Utama WIFI, RUPSLB Digelar 21 Oktober

"Ini kabar baik, ternyata program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian, Amran Sulaiman, itu sangat-sangat berhasil. Sangat sukses dan begitu efisien. Target swasembada beras tercapai tiga tahun sebelumnya. Seharusnya 2029, ternyata Kementerian Pertanian sudah bisa melaksanakan tiga tahun lebih awal," tuturnya.

Hashim menegaskan, rencana perluasan lahan sawah hingga 2 juta-3 juta hektar yang sebelumnya diumumkan pemerintah kini tidak lagi diperlukan.

"Pak Amran bilang ke saya, pemerintah sekarang tidak perlu lagi melaksanakan perluasan lahan sawah. Yang 2 juta hektare, 3 juta hektare yang diumumkan dua tahun lalu itu tidak perlu lagi. Kita sudah swasembada pangan," tegas Hashim.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan