Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lampaui Demokrat dalam Survei, PSI Bicara Peluang Besar ke Senayan

Lampaui Demokrat dalam Survei, PSI Bicara Peluang Besar ke Senayan Kredit Foto: PSI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyoroti elektabilitas PSI yang mencapai 4,3 persen dalam survei nasional Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI).

Berdasarkan hasil survei tersebut, Dedy menilai PSI semakin mendekati ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Pelan tapi kelihatannya arahnya jelas, PSI sedang terus berjalan santai menuju ambang batas parlemen," tulisnya di akun X prbadinya, dikutip Rabu (7/10).

Menurutnya, apabila elektabilitas PSI mampu bertahan di atas angka 4 persen, peluang partai tersebut untuk lolos ke parlemen akan semakin besar. Namun, ia berharap tren kenaikan dukungan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

"Kalau masih 4% sepertinya sudah lolos, tapi kalau naik jadi 5,6,7,8, % artinya PSI masih punya waktu 2-3 tahun untuk terus bergerak ke rumah-rumah rakyat di seluruh Indonesia," ujarnya.

Dedy meyakini PSI dapat menjadi salah satu partai politik yang memberikan warna baru dalam perpolitikan nasional apabila terus mendapatkan dukungan masyarakat.

"Bersama Rakyat PSI akan menjadi salah satu partai politik yang bisa memberi warna baru," tandasnya.

Sebagai informasi, dalam survei LKPI yang dilakukan pada periode 8-20 September 2026, Partai Gerindra menempati posisi pertama dengan elektabilitas 17,3 persen, disusul PDI Perjuangan di posisi kedua dengan 16,8 persen.

Baca Juga: PSI Sebut Denny Indrayana Berhasil Sebarkan Narasi soal Gibran, Buzzer Ikut Disinggung

Sementara itu, kejutan terjadi di papan tengah. PSI berhasil meraih elektabilitas 4,3 persen, setara dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pencapaian tersebut menempatkan PSI berada di atas Partai Demokrat yang memperoleh elektabilitas 4,1 persen, sekaligus membuat PSI melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya