Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kapasitas Listrik IMIP-IWIP Capai 15,9 GW, Lampaui Konsumsi Listrik Singapura

Kapasitas Listrik IMIP-IWIP Capai 15,9 GW, Lampaui Konsumsi Listrik Singapura Kredit Foto: IMIP
Warta Ekonomi, Maluku Utara -

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan kapasitas listrik yang mendukung kawasan industri nikel di Indonesia, khususnya Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), telah melampaui kebutuhan listrik Singapura.

Rosan mengatakan total kapasitas listrik yang telah terpasang dan tengah dibangun di dua kawasan industri berbasis nikel tersebut mencapai 15,9 gigawatt (GW). Angka tersebut berasal dari kapasitas listrik IWIP di Maluku Utara sebesar lebih dari 7,1 GW dan tambahan kapasitas dari kawasan IMIP di Morowali.

"Kalau kita tambahkan dengan yang ada di Morowali, itu kurang lebih tambah 8,8 gigawatt menjadi 15,9 gigawatt. Ini jauh lebih besar seluruh pemakaian total listrik di Singapura 13,1 gigawatt," ujar Rosan dalam acara groundbreaking ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai EV di Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Menurut Rosan, besarnya kapasitas energi tersebut menunjukkan skala pengembangan industri hilirisasi nikel yang semakin besar di Indonesia. Infrastruktur energi menjadi salah satu faktor pendukung utama untuk membangun ekosistem industri dari pengolahan mineral hingga produksi komponen kendaraan listrik.

Rosan menjelaskan, pengembangan kawasan industri tersebut tidak lagi hanya berfokus pada pengolahan bijih nikel, tetapi telah berkembang menuju industri bernilai tambah seperti material baterai, produksi baterai kendaraan listrik, hingga komponen pendukung lainnya.

"Ini akan menjadikan the whole ecosystem, sudah ada di sini, kita akan jadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik," katanya.

Baca Juga: Baterai EV hingga Komponen Alat Berat, 4 Produk Hilirisasi IWIP Mulai Ekspor

Baca Juga: Rosan Ungkap 10 Proyek Hilirisasi IWIP, Investasi Tembus US$10,2 Miliar

Selain kapasitas energi, Rosan menyebut pengembangan kawasan industri nikel juga telah menarik investasi dalam skala besar. IWIP yang mulai dikembangkan sejak 2018 telah menyerap investasi US$20 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi US$27 miliar dengan tambahan proyek baru.

Sementara itu, gabungan ekspor dari kawasan IWIP dan IMIP disebut telah mencapai US$28 miliar atau sekitar 10% dari total ekspor Indonesia.

Pengembangan kapasitas listrik tersebut menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur pendukung industri hilirisasi, seiring meningkatnya kebutuhan energi untuk pengolahan mineral dan pengembangan rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra