Dulu Dihujat karena Kritik Jokowi Kini Dihujat karena Wantimpres, Rocky Gerung: 10 Tahun Lagi Mereka Minta Maaf ke Gue
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menanggapi kritik yang muncul setelah dirinya resmi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Rocky mengatakan keputusannya masuk ke dalam pemerintahan bukan berarti dirinya tunduk pada kekuasaan. Ia justru menganggap posisi tersebut sebagai kesempatan untuk berhadapan langsung dengan kekuasaan dan menguji integritasnya.
Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang tayang Kamis (8/10/2026).
"Pada akhirnya ujian tertinggi dari integritas orang adalah dempet di kekuasaan. Di situ dia diuji," ujar Rocky.
Ia kemudian menanggapi pihak-pihak yang sebelumnya menikmati sikap kritisnya tetapi kecewa setelah dirinya masuk ke lingkaran pemerintahan.
"Orang bilang, 'Coba kasih dia kekuasaan baru kelihatan wataknya tuh.' Nah, sekarang gue bilang, ini ada di gue kekuasaan itu. Berarti Anda berubah? Tunggu aja 10 tahun lagi mereka minta maaf ke gue. Sama seperti 10 tahun yang lalu mereka minta maaf ke gue," lanjutnya.
Rocky menilai kritik terhadap keputusannya tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran sebagian kalangan bahwa seseorang akan kehilangan sikap kritis setelah masuk ke dalam kekuasaan.
Ia bahkan menyebut sebagian pengkritiknya sebagai kelompok yang tidak memiliki keberanian untuk berhadapan langsung dengan kekuasaan.
"Bagi gue ya ternyata ini orang-orang ini medioker juga, cengeng gitu, fighting spirit-nya enggak ada. Takut masuk kekuasaan, nanti lu lenyap di situ. Ya kalau lu takut, lu di luar aja terus," tegas Rocky.
Rocky juga menjelaskan alasan menerima posisi sebagai anggota Wantimpres. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya melakukan perubahan radikal atau radical break.
Ia menyinggung sejumlah tokoh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang pernah masuk ke lingkaran Istana pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut Rocky, keberadaan mereka di dalam pemerintahan tidak otomatis mengubah kultur kekuasaan.
Rocky menegaskan dirinya tidak ingin mengulangi pola tersebut. Ia juga mengatakan masuknya dirinya ke lingkungan Istana tidak akan membuat identitas psikologis dan cara berpikirnya berubah.
Dalam pandangannya, posisi Wantimpres berbeda dengan jabatan menteri yang memiliki keterikatan dengan birokrasi dan partai politik. Posisi tersebut, menurut Rocky, memberinya ruang untuk menyampaikan pertimbangan dan kritik secara langsung kepada Presiden.
Ia pun menegaskan tujuan yang ingin dibawanya setelah berada di lingkungan Istana.
"Gua masuk ke situ ya buat memberantas maling-maling yang sembunyi di bawah meja istana," pungkas Rocky.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: