Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dinilai Mendadak, Rocky Gerung Jelaskan Alasan Tiba-Tiba Masuk Istana

Dinilai Mendadak, Rocky Gerung Jelaskan Alasan Tiba-Tiba Masuk Istana Kredit Foto: Instagram Rocky Gerung Official
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keputusan Rocky Gerung menerima posisi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di pemerintahan Prabowo Subianto sempat menimbulkan kebingungan di kalangan pendukung dan rekan-rekannya dari kelompok masyarakat sipil.

Rocky sebelumnya dikenal sebagai salah satu pengkritik kekuasaan. Karena itu, keputusannya masuk ke lingkungan pemerintahan tanpa tanda-tanda sebelumnya memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak.

Hal tersebut disampaikan Akbar Faizal dalam perbincangannya bersama Rocky di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang tayang Kamis (8/10/2026).

Akbar mempertanyakan keputusan Rocky yang dinilai datang secara tiba-tiba tanpa memberikan tanda kepada publik maupun orang-orang yang selama ini mengikuti sikap politiknya.

"Maksud gua gini loh, Rock. Kasih tanda dong, kasih sein ke kiri atau ke kanan gitu kan. Tiba-tiba lu dari kiri belok kanan, itu orang pada bingung gimana prosesnya," cecar Akbar.

Rocky kemudian menjawab pertanyaan tersebut dengan analogi lampu lalu lintas. Menurutnya, perubahan situasi politik dapat terjadi secara tiba-tiba sehingga seseorang harus segera mengambil keputusan ketika momentum terbuka.

"Ya itu artinya mereka yang nunggu saya kasih sein itu enggak ngerti bahwa lampu merah itu tiba-tiba hijau gitu. Jadi gua melompat, dan gua lupa bahwa di belakang ada yang nunggu kasih sein. Itu aja loh," jawab Rocky.

Rocky mengatakan orang-orang yang memahami cara berpikirnya semestinya dapat membaca keputusan tersebut tanpa harus menunggu aba-aba darinya.

Menurut dia, langkahnya masuk ke lingkungan Istana seharusnya dipandang sebagai kesempatan untuk tetap menjalankan sikap kritis dari dalam kekuasaan.

"Harusnya kan sejumlah orang itu kalau dia kenal cara saya berpikir, pasti mereka anggap itu lampu hijau, jangan tunggu lampu kuning lagi," tambahnya.

Rocky juga menanggapi kritik dari pendukung dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang merasa dirinya meninggalkan kelompok sipil setelah menerima posisi Wantimpres.

Ia menegaskan tidak merasa perlu melaporkan atau meminta persetujuan pihak lain atas keputusan yang diambilnya.

"Kenapa gua mesti lapor ke mereka? Kalau dia percaya saya, sudah tacit agreement (kesepakatan diam-diam) aja, masuk," tegas Rocky.

Ia kemudian melontarkan kritik terhadap pihak-pihak yang menurutnya terus menuntut penjelasan atas langkah tersebut.

Baca Juga: Syahganda Sebut Purbaya Bakal Ditarik Lagi oleh Prabowo

"Ngapain gua kasih sein ke kalian yang dari awal juga punya mental medioker, takut untuk bertatapan mata dengan kekuasaan," lanjutnya.

Rocky sebelumnya menjelaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Wantimpres merupakan langkah yang ia ambil secara independen. Ia ingin tetap mempertahankan cara berpikir dan sikap kritisnya meski kini berada di lingkungan pemerintahan.

Bagi Rocky, masuk ke dalam kekuasaan bukan berarti harus mengubah identitas maupun melepaskan sikap kritis. Ia justru ingin menggunakan posisinya untuk memberikan pandangan langsung dari dalam Istana.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: