Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menargetkan kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional meningkat dari sekitar 19% menjadi 25%. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah ingin mendorong sektor industri tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sarmuji mengatakan industri manufaktur perlu kembali menjadi penggerak utama perekonomian, bukan sekadar mengikuti pertumbuhan sektor lainnya. Peningkatan kontribusi industri juga diperlukan untuk memperkuat penciptaan nilai tambah dan memperluas kesempatan kerja.
“Kita menargetkan supaya pertumbuhan industri kita lebih tinggi lagi melebihi pertumbuhan ekonomi. Kenapa? Karena industri inilah yang sebenarnya mengerek pertumbuhan ekonomi,” ujar Sarmuji di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Ia menyebut kontribusi industri terhadap PDB saat ini masih berada di kisaran 19%. Kementerian Perindustrian ingin meningkatkan porsi tersebut secara bertahap hingga melampaui 20%, kemudian 21%, dan pada akhirnya mencapai 25%.
Sarmuji belum menetapkan tenggat waktu untuk mencapai target tersebut. Menurut dia, pemerintah perlu melihat perkembangan setiap subsektor industri sekaligus memastikan ekosistem yang menopang kegiatan manufaktur semakin kondusif.
Ia juga mengingatkan Indonesia agar tidak mengalami perlambatan industrialisasi sebelum sektor manufaktur mencapai tingkat kematangan. Penurunan kontribusi industri di negara maju, menurut dia, terjadi ketika struktur ekonominya telah berkembang, termasuk dengan menguatnya sektor jasa.
“Kita ingin industri kita bangkit kembali. Jangan sampai industri kita layu sebelum mencapai puncaknya,” kata Sarmuji.
Untuk mempercepat pertumbuhan industri, ia menilai pemerintah perlu mengambil peran dalam membangun ekosistem usaha melalui perbaikan regulasi, percepatan pelayanan, dan koordinasi kebijakan. Sementara itu, pelaku industri berperan menjalankan produksi, berinovasi, serta mengembangkan usahanya.
Baca Juga: Kemenperin Mulai Audit Mesin Industri, Ada Sektor yang Bakal Diprioritaskan
Baca Juga: Bahlil Rangkap Menteri, Kemenperin Berpotensi Masuk Kemenko Hilirisasi
“Tugas utama kita sebenarnya menciptakan ekosistem yang baik bagi tumbuhnya industri. Kegiatan usaha dan produksi dijalankan oleh pelaku industri sendiri, tetapi ekosistem industri tidak bisa diciptakan oleh pelaku industri sendiri. Itu harus menjadi tanggung jawab pemerintah,” ungkapnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Sarmuji menilai standardisasi penting untuk menjaga kualitas produk dan melindungi konsumen, tetapi penerapannya perlu mempertimbangkan karakteristik setiap subsektor agar tidak menjadi beban bagi industri.
“Standardisasi penting supaya industri kita semakin berkualitas dan sesuai dengan harapan masyarakat. Konsumen juga harus dilindungi. Tetapi kita juga harus teliti dan melihat kembali penerapannya agar jangan sampai justru menjadi hambatan bagi industri kita sendiri,” tuturnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan