Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Suahasil Perketat Efisiensi Belanja Kementerian dan Lembaga Mulai Kuartal IV 2026

Suahasil Perketat Efisiensi Belanja Kementerian dan Lembaga Mulai Kuartal IV 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mendorong efisiensi belanja kementerian dan lembaga (K/L) pada kuartal IV-2026 untuk menjaga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Suahasil mengatakan, belanja negara harus dikelola secara hati-hati agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan membiayai program prioritas pemerintah tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal dalam jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus meningkatkan belanja tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi keuangan negara. Pengeluaran harus diarahkan pada kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

"Kita tidak bisa menggunakan kebijakan fiskal, belanja negara kita buat setinggi mungkin. Karena dalam jangka pendek mungkin itu bagus, tetapi dalam jangka panjang tentunya membuat fiskalnya sendiri menjadi vulnerable," ujar Suahasil dalam paparannya di Investor Daily Summit di Jakarta, Kamis (8/9/2026).

Dia menjelaskan, kebijakan fiskal memiliki sejumlah peran penting, mulai dari menjaga stabilitas ekonomi, membiayai prioritas pembangunan, hingga memastikan kesehatan APBN tetap terjaga. Karena itu, pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan belanja dengan kemampuan keuangan negara.

Berdasarkan realisasi hingga akhir September 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,5% dari target APBN. Sementara itu, belanja negara telah mencapai sekitar Rp2.445 triliun atau mendekati 70% dari pagu anggaran.

Pada periode yang sama, defisit APBN tercatat sebesar Rp319,03 triliun atau setara 1,24% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah memperkirakan penyerapan anggaran akan meningkat pada November dan Desember seiring dengan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan akhir tahun.

Suahasil menekankan, pengelolaan belanja perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang masih bergejolak akibat ketegangan geopolitik dan perubahan harga komoditas. Dalam situasi tersebut, APBN harus tetap memiliki ruang untuk merespons tekanan ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$91,9 per Barel, Suahasil Waspadai Beban Subsidi APBN

Baca Juga: Suahasil Optimistis Ekonomi Semester II 2026 Tembus 5,6%

Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027. Untuk mendukung sasaran tersebut, belanja negara akan diarahkan pada program prioritas, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur, serta dikombinasikan dengan investasi Danantara dan sektor swasta.

Dengan demikian, efisiensi belanja K/L pada kuartal IV-2026 menjadi bagian dari upaya menjaga anggaran tetap efektif dan berkelanjutan. Pemerintah perlu memastikan pengeluaran negara tidak hanya terserap, tetapi juga memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra