- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kelistrikan Sumbagut Tertekan, PLTA Batang Toru Didorong Segera Beroperasi
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kondisi sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) saat ini membutuhkan tambahan pasokan daya untuk menjaga keandalan listrik. Pemerintah menilai percepatan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 Mega Watt (MW) menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan kondisi ketersediaan listrik di wilayah Sumatera saat ini berada dalam kondisi yang perlu mendapat perhatian. Daya mampu pembangkit tercatat sekitar 2.551 MW, sementara beban puncak telah mencapai 2.446 MW, sehingga cadangan daya hanya sekitar 105 MW.
“Kalau kita lihat kemampuan untuk pembangkit-pembangkit ini, daya mampunya sekitar 2.551 MW, sementara beban puncak kita sudah 2.446 MW, berarti cadangan daya kita adalah 105 MW,” ujar Yuliot dalam kunjungannya ke PLTA Batang Toru, di Tapanuli Selatan, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut masih jauh dari kondisi ideal karena cadangan daya seharusnya berada pada kisaran 15 persen hingga 20 persen. Dengan cadangan sekitar 4 persen, sistem kelistrikan Sumatera berada dalam kondisi yang relatif riskan.
Yuliot menjelaskan, sejumlah wilayah di Sumatera Bagian Utara masih mengalami defisit pasokan listrik sehingga kebutuhan daya harus didukung melalui evakuasi energi dari wilayah Sumatera Bagian Selatan.
“Pada saat beban puncak melebihi dari daya mampu, ini menyebabkan beberapa sistem kelistrikan, ini mungkin kita perlu mengevakuasi daya,” katanya.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong percepatan pengoperasian PLTA Batang Toru. Pembangkit tersebut sebelumnya ditargetkan beroperasi pada Oktober 2025, namun mengalami penundaan akibat bencana hidrometeorologi yang berdampak pada sejumlah fasilitas, termasuk jaringan transmisi.
“Untuk PLTA Batang Toru ini, seharusnya sudah beroperasi pada Oktober tahun lalu, tahun 2025, karena ada kejadian bencana hidrometeorologi pada November 2025, sehingga dari fasilitas yang siap dioperasikan ini ada gangguan, termasuk putusnya transmisi yang sudah dibangun,” sambungnya.
Selain penyelesaian aspek teknis, pemerintah juga memastikan sejumlah persoalan administrasi terkait proyek tersebut telah diselesaikan. Sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan telah dituntaskan, termasuk pembayaran denda serta pencabutan police line pada area yang sebelumnya dikenakan penegakan hukum.
Yuliot menyampaikan, saat ini proses penggenangan bendungan dilakukan sebagai bagian dari tahapan pengujian seluruh fasilitas PLTA Batang Toru.
“Untuk pengoperasian ini, karena di PLTA harus dilakukan penggenangan terlebih dahulu. Jadi baru dilakukan pengujian atas fasilitas-fasilitas, apakah seluruh fasilitas tersebut berfungsi dengan baik,” katanya.
Menurutnya, pengujian tersebut diperlukan untuk memastikan pembangkit mampu menghasilkan daya sesuai kapasitas yang direncanakan, yakni 510 MW, sekaligus memastikan daya dapat disalurkan melalui sistem transmisi yang telah disiapkan.
Yuliot menargetkan seluruh proses pengujian dapat berjalan sesuai jadwal sehingga PLTA Batang Toru dapat masuk ke sistem PLN.
“Kalau 15 November itu sudah bisa teruji semua, masuk ke grid PLN, jadi selanjutnya 15 sampai seterusnya itu sudah bisa dioperasikan,” ujar Yuliot.
Direktur Teknologi, Teknik, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra mengatakan masuknya PLTA Batang Toru ke sistem kelistrikan sangat dibutuhkan, terutama untuk memperkuat pasokan listrik di Sumatera Bagian Utara.
Menurut Edwin, selama ini sistem kelistrikan wilayah tersebut masih mendapatkan dukungan dari wilayah Sumatera Bagian Selatan melalui jaringan transmisi yang telah dibangun.
“Memang diperlukan sekali pembangkit ini untuk masuk ke dalam sistem. Terutama di sistem Sumatera bagian utara, karena sekarang ditopang jauh dari Sumatera bagian selatan dengan transmisi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun jaringan transmisi telah tersedia, keberadaan pembangkit dengan kapasitas besar di Sumatera Utara akan membantu meningkatkan keandalan sistem sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik daerah.
Namun, jika melihat pertumbuhan sistem kelistrikan Sumatera secara keseluruhan, tambahan daya tersebut memiliki peran penting karena peningkatan konsumsi listrik terus berlangsung.
“Kalau kita pertimbangkan sistem Sumatera, yang 500 ini bahkan hanya untuk 1 tahun. Karena dari tahun 2025 sampai 2026 itu, hari ini sudah tumbuh sekitar 490,” jabar Edwin.
NSHE Pastikan Pembangunan PLTA Batang Toru Berjalan Sesuai Arahan Pemerintah
Presiden Direktur PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Ye Ling menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan berbagai kementerian/lembaga dalam mengawal pembangunan PLTA Batang Toru.
Ye Ling mengatakan, berkat dukungan dari Kementerian ESDM dan instansi terkait, pembangunan proyek PLTA Batang Toru terus berjalan dan telah mencapai sejumlah tahapan penting.
“Berkat dukungan serta pimpinan penuh dari Kementerian SDM dan seluruh instansi berwenang di berbagai tingkatan, pembangunan proyek PLTA Batang Toru berjalan secara stabil dan telah meraih berbagai pencapaian tahapan yang memuaskan,” ujar Ye Ling.
Ia memastikan NSHE akan mengikuti seluruh persyaratan pengawasan dan arahan kerja dari pemerintah dalam melanjutkan tahapan pembangunan proyek tersebut.
Baca Juga: Penggenangan Bendungan Dimulai, PLTA Batang Toru Siap Perkuat Listrik Sumatera
Baca Juga: El Nino Tekan Produksi PLTA, PLN Perbaiki Tata Kelola Hadapi Susut 650 MW
“Ke depannya, kami akan sepenuhnya mengikuti persyaratan pengawasan dan arahan kerja dari seluruh instansi berwenang, serta terus mendorong progres pembangunan proyek selanjutnya secara penuh,” katanya.
Ye Ling menambahkan, operasional PLTA Batang Toru diharapkan dapat berkontribusi terhadap pemenuhan pasokan energi wilayah sekaligus mendukung perkembangan ekonomi daerah.
“Kami akan aktif berkontribusi dalam pemenuhan pasokan energi wilayah dan pembangunan ekonomi daerah guna tidak mengecewakan kepercayaan serta dukungan dari seluruh pimpinan,” tutup Ye Ling.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra