Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menjelaskan pembagian fokus kerja di lingkungan Kementerian Keuangan bersama tiga wakil menteri lainnya. Pembagian tersebut mencakup sektor keuangan, penerimaan negara, hingga belanja negara.
Diketahui Presiden Prabowo melantik dua Wakil Menteri Keuangan yang baru, Lucky Affirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman pada Kamis (1/10/2026) di Istana Negara, Jakarta.
Suahasil menjelaskan, pembagian fokus kerja dilakukan agar masing-masing wakil menteri dapat mengoptimalkan pelaksanaan tugas sesuai bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Meski demikian, pembagian tersebut bukan berarti setiap pejabat hanya menangani satu bidang secara eksklusif.
“Banyak yang nanya saya bagi tugasnya di mana, Pak? Saya mau menyampaikan sini, kalau kita gak lebih bagi, kita fokus kerja,” ujar Suahasil dalam APBN KiTa, Jumat (9/10/2026).
Dia menjelaskan, salah satu wakil menteri akan lebih banyak berfokus pada sektor keuangan, isu internasional, dan pembiayaan. Sementara itu, wakil menteri yang membidangi penerimaan akan menangani berbagai sumber pendapatan negara.
Fokus penerimaan negara tersebut meliputi perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Suahasil menekankan pentingnya penerimaan negara sebagai sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pendapatan negara, penerimaan negara, perpajakan, cukai, pajak, penerimaan negara bukan pajak. Dan kita semua tahu bahwa betapa pentingnya aset penerimaan negara ini untuk APBN,” katanya.
Adapun wakil menteri lainnya akan berfokus pada belanja negara, perbendaharaan, serta transfer ke daerah. Pembagian ini menempatkan pengelolaan penerimaan dan belanja negara sebagai dua bidang kerja yang mendapat perhatian tersendiri dalam pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan.
Selain itu, Suahasil menyebut terdapat sejumlah pekerjaan yang tetap menjadi perhatian bersama, antara lain aspek hukum, manajemen, organisasi, serta berbagai persoalan terkait anggaran dan tata kelola kelembagaan.
Meski memiliki fokus masing-masing, Suahasil menegaskan seluruh wakil menteri tetap perlu memperhatikan persoalan di luar bidang utamanya. Sebab, isu keuangan negara saling berkaitan dan tidak selalu dapat ditangani hanya dari satu sisi.
“Nah karena sifatnya adalah fokus pekerjaan, maka yang namanya fokus pekerjaan itu berarti yang lainnya juga akan diperhatikan Pak Wamen,” ujarnya.
Baca Juga: Suahasil Perketat Efisiensi Belanja Kementerian dan Lembaga Mulai Kuartal IV 2026
Baca Juga: Kemenkeu Pangkas 30 Persen Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian dan Lembaga
Dia mencontohkan, wakil menteri yang berfokus pada penerimaan negara tetap perlu mencermati perkembangan internasional apabila persoalan tersebut berdampak terhadap penerimaan. Begitu pula dengan bidang lainnya yang tetap perlu berkoordinasi ketika menghadapi persoalan lintas sektor.
Dengan pembagian fokus tersebut, Suahasil menekankan bahwa koordinasi antar pimpinan tetap diperlukan agar pengelolaan keuangan negara berjalan secara terpadu, mulai dari penghimpunan penerimaan hingga pengalokasian belanja dalam APBN.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: