Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom) Syahganda Nainggolan menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Dia berharap hujan segera turun untuk membantu meredakan kebakaran sekaligus memulihkan kualitas udara yang terdampak asap.
Syahganda mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat di daerah yang dilanda karhutla. Berdasarkan pengamatannya di Pontianak dan sejumlah wilayah lain, asap kebakaran telah mengganggu pernapasan warga, termasuk memicu keluhan sesak napas dan asma.
“Kita sedih dengan kasus Karhutla karena saya sendiri lihat di Pontianak, kemudian di beberapa daerah lain, rakyat kita lagi sesak napas, asma dan lain-lain. Kita mendoakan agar ini bisa segera turun hujan,” kata Syahganda di kantor Lemhannas, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dia mengajak masyarakat untuk berdoa agar hujan kembali turun di wilayah terdampak. Menurutnya, curah hujan diharapkan dapat membantu mengatasi karhutla sehingga kondisi udara berangsur membaik.
“Kita kan harus sebagai masyarakat beragama kan pentingnya untuk mendoakan. Kalau turun hujan itu datang, mudah-mudahan sebentar lagi ya itu akan kembali normal udaranya,” ujarnya.
Di tengah persoalan karhutla, Syahganda menilai aktivitas perekonomian masih berjalan. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi tidak terhenti akibat kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah tersebut.
“Kita Alhamdulillah kita melihat bahwa dari segi growth, pertumbuhan ekonomi, ekonomi beberapa dan lain-lain tidak ada berhenti,” ucapnya.
Dampak karhutla di Sumatera Selatan sebelumnya turut mengganggu operasional transportasi udara. Kabut asap dilaporkan menyebabkan tiga penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, mengalami gangguan pada Rabu (7/10/2026).
Gangguan tersebut dipicu oleh terbatasnya jarak pandang akibat asap kebakaran.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Oktober 2026, terdapat 354 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terdeteksi. Pada periode yang sama, sebanyak 92 titik api tercatat masih membakar lahan dengan total luas mencapai 390,61 hektare.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan melalui pengerahan satuan tugas (satgas) darat dan udara.
Baca Juga: Tanggap Bencana Karhutla Kalimantan, Holywings Salurkan Masker hingga Perlengkapan Medis
Baca Juga: Karhutla Tak Cukup Ditangani dengan Sanksi, Akar Masalah Sosial-Ekonomi Harus Disentuh
Baca Juga: Akademisi Blak-blakan ke Prabowo: Water Bombing Tak Efektif Padamkan Karhutla di Gambut
Penanganan diprioritaskan di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Berdasarkan patroli udara, Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dengan tujuh titik api yang membakar lahan seluas 56 hektare.
Selain itu, satu titik api di Musi Banyuasin membakar sekitar 10 hektare lahan. Di Muara Enim, satu titik api tercatat membakar 15 hektare, sementara di Ogan Komering Ulu terdapat satu titik api dengan luas lahan terbakar mencapai satu hektare.
Berton menyebut satgas darat dan udara telah berhasil memadamkan kebakaran di lahan seluas 319,41 hektare. Rinciannya, satgas darat menangani 298,41 hektare, sedangkan satgas udara memadamkan kebakaran di area seluas 21 hektare.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: