Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Tak Lagi Tegas soal Prabowo-Gibran 2 Periode, PKB Ogah Beri Penilaian

Jokowi Tak Lagi Tegas soal Prabowo-Gibran 2 Periode, PKB Ogah Beri Penilaian Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PKB memilih tidak ikut menafsirkan perubahan jawaban Joko Widodo (Jokowi) ketika kembali ditanya soal peluang Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode. Partai tersebut menilai penilaian atas sikap Jokowi merupakan ranah subjektif, sementara fokus utamanya adalah memastikan pemerintahan berjalan sukses sampai 2029.

Sikap itu disampaikan anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin, saat ditemui di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). Ia menyerahkan penilaian terhadap pernyataan Jokowi kepada masing-masing pihak, termasuk media.

“Kalau itu kan anu ya, subjektivitas penilaianlah ya. Kita enggak bisa kemudian, ‘Oh ini tegas, oh ini tidak tegas.’ Silakan saja media menyikapi itu,” kata Khozin.

Menurut Khozin, PKB memiliki kepentingan yang lebih mendesak daripada memperdebatkan pilihan kata mantan presiden tersebut. Partainya ingin memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran menjalankan komitmen politik yang telah disampaikan kepada masyarakat.

“Tapi yang jelas bagi PKB, sampai dengan 2029 pemerintahan Prabowo-Gibran ini harus berjalan secara sukses, berjalan sesuai dengan apa yang sudah dikomitmenkan melalui janji politik dan asta citanya,” ujarnya.

Khozin menambahkan, keberhasilan pemerintahan menjadi perhatian partainya karena berkaitan dengan harapan masyarakat terhadap jalannya negara. Ia menegaskan PKB berkepentingan agar kebijakan dan roda pemerintahan tetap berjalan sesuai kebutuhan warga.

“PKB berkepentingan untuk memastikan roda pemerintahan ini berjalan sesuai apa yang diharapkan oleh warga negara Indonesia,” kata Khozin.

Ia juga menyebut bahwa perkembangan aspirasi politik selanjutnya akan diserahkan kepada pimpinan partai dan lembaga DPR sesuai ruang yang tersedia. Dengan demikian, pernyataan Khozin tidak secara langsung menafsirkan jawaban Jokowi sebagai perubahan dukungan politik terhadap pasangan Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Prabowo Disebut Kehilangan Street Smart Jokowi

Sorotan terhadap sikap Jokowi muncul setelah jawabannya pada Kamis (8/10/2026) berbeda dari pernyataan yang pernah ia sampaikan sebelumnya. Saat kembali ditanya mengenai dukungan untuk Prabowo-Gibran dua periode, Jokowi menjawab singkat, “Pemilu masih jauh.”

Jawaban tersebut kontras dengan pernyataannya pada 30 Januari 2026. Ketika itu, Jokowi secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kemungkinan Prabowo dan Gibran kembali maju bersama dalam Pilpres 2029.

“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” kata Jokowi di kediamannya di Solo.

Perbedaan kedua jawaban itu kemudian memunculkan perhatian terhadap sikap politik Jokowi menjelang Pilpres 2029. Meski demikian, jawaban bahwa pemilu masih jauh tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa ia telah menarik dukungannya terhadap Prabowo-Gibran.

Selain menanggapi isu tersebut, Khozin juga berbicara mengenai wacana pembentukan panitia khusus (pansus) DPR yang berkaitan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal status pendidikan Gibran. Ia menyebut pembentukan pansus dimungkinkan secara regulasi, tetapi belum memastikan apakah opsi tersebut akan ditempuh.

“Kalau tanya apakah memungkinkan untuk dibentuk apa pansus, secara regulasi kan sudah disampaikan oleh MK, memungkinkan,” kata Khozin.

Ia menegaskan bahwa kemungkinan secara regulasi tidak berarti pembentukan pansus sudah diputuskan. Menurutnya, keputusan untuk mengambil langkah tersebut masih harus ditunggu.

“Tapi apakah jalan itu diambil? Nah ini tinggal tunggu, time will tell lah, waktu yang akan menjawab,” sambungnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama