Persija Menang 4-0, Shin Tae-yong Ungkap Perbedaan Besar Melatih Timnas dan Klub
Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Empat kemenangan beruntun membawa Persija Jakarta ke puncak klasemen sementara Super League 2026-2027. Di balik hasil impresif tersebut, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa menangani klub memiliki tuntutan berbeda dibandingkan saat dirinya melatih tim nasional.
Perbedaan itu terutama terlihat dari jadwal pertandingan dan kesempatan untuk mengevaluasi permainan. Shin menilai pelatih klub harus terus membenahi persoalan yang muncul dalam setiap laga karena kompetisi liga menyediakan pertandingan berikutnya untuk menguji hasil evaluasi tersebut.
Persija memperpanjang catatan sempurnanya setelah mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 4-0 pada pekan keempat. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026), Macan Kemayoran mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak setelah sempat kesulitan mencetak gol.
Shin menjelaskan bahwa pelatih tim nasional menghadapi tantangan berbeda karena waktu persiapan dan jadwal pertandingan yang lebih terbatas. Dalam periode tertentu, timnas bisa menjalani dua pertandingan hanya dalam sembilan hari sehingga pembagian fokus menjadi hal penting.
“Mungkin sedikit berbeda karakternya timnas sama liga (klub) karena berbeda juga tuntutannya,” kata Shin Tae-yong melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo, dalam konferensi pers seusai pertandingan.
“Karena timnas dalam sembilan hari harus bertanding dua kali, jadi fokusnya harus terbagi,” sambungnya.
Berbeda dengan tim nasional, klub harus menjaga performa sepanjang kompetisi yang berlangsung dalam jangka panjang. Persoalan yang ditemukan dalam satu pertandingan perlu segera dievaluasi agar tidak terus berulang pada laga berikutnya.
“Kalo di liga setiap bertanding pasti akan muncul masalah itu harus diperbaiki,” ujar Shin.
Pandangan tersebut muncul setelah Persija menghadapi perlawanan ketat dari PSIM. Kedua tim bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, sementara upaya Persija untuk membuka keunggulan sempat menemui hambatan hingga memasuki babak kedua.
Persija akhirnya memecah kebuntuan melalui Alexander Jeremejeff pada menit ke-77. Stjepan Loncar kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-81, sebelum Kwon Chang-hoon mencetak gol ketiga pada menit ke-87.
Loncar melengkapi penampilan impresifnya dengan gol kedua pada menit 90+3. Empat gol tersebut memastikan Persija membawa pulang tiga poin sekaligus mempertahankan rekor kemenangan dalam empat pertandingan awal musim.
Hasil itu membuat Persija mengoleksi 12 poin dan untuk sementara memimpin klasemen. Capaian tersebut menjadi modal positif bagi tim asuhan Shin, meski konsistensi tetap harus dijaga karena kompetisi masih panjang.
Baca Juga: STY Janji Persija Lebih Kuat Lawan Java United, Skuad Macan Kemayoran Bakal Naik Level
Shin mengaku sempat memperkirakan pertandingan melawan PSIM akan berlangsung sulit. Namun, ia mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang mampu menjaga permainan hingga peluang mencetak gol akhirnya terbuka.
“Namun, kita lihat para pemain lini depan hingga belakang bekerja keras semuanya, sehingga kita bisa membawa hasil yang positif,” katanya.
Shin juga menyoroti peran suporter dalam perjalanan Persija mengejar target musim ini. Menurutnya, dukungan langsung dari pendukung yang datang ke Bantul menjadi salah satu hal penting bagi tim.
“Mungkin untuk (menuju) juara yang paling dibutuhkan itu ya ini, suporter kita. Jadi, datang sampai jauh ke sini dan mendukung,” tandasnya.
Empat kemenangan awal memberikan Persija posisi yang menjanjikan di klasemen sementara. Tantangan Shin berikutnya adalah mempertahankan hasil tersebut sembari terus mengevaluasi kekurangan tim, sesuai tuntutan kompetisi liga yang berbeda dari tugas melatih tim nasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: