Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kecam Penyerangan Bus Persib U-18, Shin Tae-yong: Pengawasan Klub Terbatas!

Kecam Penyerangan Bus Persib U-18, Shin Tae-yong: Pengawasan Klub Terbatas! Kredit Foto: Instagram
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas penyerangan terhadap bus rombongan Persib Bandung U-18 dan bus suporter Persija Jakarta. Menurutnya, pelaku harus mendapat hukuman tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Shin menilai tindakan kekerasan yang dilakukan oknum suporter merupakan persoalan pidana individu.

Karena itu, ia keberatan jika klub harus menanggung konsekuensi berupa pengurangan poin di kompetisi akibat tindakan yang berada di luar kendali manajemen.

Pernyataan tersebut disampaikan Shin di Persija Training Ground, Depok, Kamis (15/10/2026), menyusul dua insiden penyerangan yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan.

"Sejujurnya, menurut saya hal-hal seperti itu seratus persen tidak boleh terjadi sama sekali. Jika ada kejadian seperti itu, pihak klub tentu harus bersikap tegas kepada para suporter," ujar Shin.

"Namun di luar itu, pihak kepolisian dan aparat penegak hukum harus menindak dan memberikan sanksi yang sangat keras kepada para pelaku agar peristiwa serupa tidak terulang kembali," tambahnya.

Baca Juga: Jadwal Super League Pekan Kelima: Persita Vs Persija, Persib Bertandang ke Kediri

Shin menegaskan klub tetap memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan terhadap suporter yang melakukan pelanggaran. Namun, ia menilai kemampuan manajemen untuk mengawasi seluruh aktivitas pendukung di luar stadion dan area pertandingan sangat terbatas.

Ia menyoroti wacana pemberian sanksi pengurangan poin kepada Persija di Super League sebagai konsekuensi dari insiden tersebut. Menurutnya, sanksi kepada klub harus disesuaikan dengan tanggung jawab yang memang dapat dikendalikan oleh manajemen.

"Terkait wacana pengurangan poin, hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab klub tentu harus dipikul oleh klub. Namun, klub tidak mungkin bisa mengontrol seluruh hal hingga ke luar ranah pertandingan," tuturnya.

Shin kemudian mencontohkan sulitnya klub mengawasi perilaku setiap suporter ketika berada di tempat umum, termasuk rest area.

"Bagaimana mungkin pihak manajemen klub bisa mengawasi insiden yang terjadi di tempat seperti rest area? Apakah staf klub harus mengikuti suporter ke mana-mana untuk mencegah hal itu? Itu tidak masuk akal," kata pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Menjelang pertandingan tandang melawan Persita Tangerang pada akhir pekan ini, Shin juga mengingatkan Jakmania agar tidak menunjukkan fanatisme berlebihan yang berpotensi memicu keributan.

Ia meminta para pendukung tetap memberikan dukungan kepada Persija dengan cara yang sportif. Menurut Shin, tindakan yang berujung pada kekerasan justru dapat merugikan klub dan para pemain.

"Daripada datang dengan fanatisme yang memicu keributan, jauh lebih penting untuk datang, mendukung dengan sportif, dan menikmati pertandingan," kata Shin.

"Saya tegaskan, jangan sampai membuat masalah, karena hal tersebut justru akan sangat merugikan tim dan para pemain," tuturnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti