Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pramono Geram Satpol PP Dikeroyok Pekerja Proyek di Bulungan: Kita Tak Boleh Kalah dari Premanisme

Pramono Geram Satpol PP Dikeroyok Pekerja Proyek di Bulungan: Kita Tak Boleh Kalah dari Premanisme Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan pekerja proyek terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat melakukan penertiban di kawasan Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pramono memastikan tindakan premanisme semacam itu tidak akan ditoleransi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Tadi malam pun saya bilang bahwa kita gak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapapun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas. Maka saya minta untuk ditegakkan aturan main," ujar Pramono usai meninjau SMPN 91 dan SD Pekayon 05 Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).

Pramono Mengatakan, pengeroyokan tersebut mengakibatkan satu anggota Satpol PP harus mendapatkan perawatan intensif.

"Dan masih ada orang yang mengejar petugas, termasuk Satpol PP yang kemudian dipukul, dihantam pakai helm dan Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan dan menerima enam jahitan," katanya.

Menindaklanjuti insiden itu, Pramono mengonfirmasi, pihak manajemen proyek tersebut telah mengambil langkah untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pemerintah setempat.

"Perwakilan dari manajemen proyek, menemui Lurah Kebayoran Baru dan menyampaikan permohonan maaf. Dan juga minta untuk bisa diselesaikan secara kekeluargaan," ucap Pramono.

Namun demikian, Pramono menegaskan bahwa permintaan maaf secara kekeluargaan tidak menghapus proses hukum. Ia meminta agar aparat penegak hukum tetap menindaklanjuti kasus pengeroyokan ini secara tuntas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Tetapi sampai sekarang karena ini sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi, saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan," tegasnya.

Baca Juga: Layani 10 Rute di Jakarta, Pramono Siapkan 37 Bus Sekolah Khusus Disabilitas

Sebelumnya, insiden itu berawal dari kegiatan rutin penertiban parkir liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) pada beberapa hari lalu. Keberadaan praktik parkir liar di kawasan Kolam Renang Bulungan kerap dikeluhkan warga karena menyebabkan kemacetan.

"Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar dan juga pedagang kaki lima yang sementara tetapi menggunakan lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat," jelasnya.

Pramono meluruskan bahwa operasi tersebut tidak menyasar pedagang nasi seperti narasi yang beredar di media sosial, melainkan murni penertiban parkir liar. Namun situasi di lapangan memanas setelah adanya provokasi dari sejumlah pekerja proyek yang berada di sekitar lokasi proyek pembangunan.

"Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada. Akhirnya Dishubnya mundur ke luar," tandas Pramono.

Setelah petugas Dishub mundur, sekelompok pekerja proyek justru melakukan pengejaran dan mengintimidasi petugas Satpol PP yang masih berada di lokasi hingga berujung pada aksi pemukulan tersebut.

Dari keterangan terpisah, Kasatpol PP Kebayoran Baru Diki Zulkarnain memastikan kasus ini telah masuk ke ranah kepolisian dan para terduga pelaku telah teridentifikasi.

"Terhadap oknum yang melakukan kekerasan, telah dilakukan pelaporan kepada pihak kepolisian. Para terduga pelaku juga telah teridentifikasi oleh pihak kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut," pungkas Diki.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah