Gen Z Baru Sumbang 4,5 Persen Penjualan ORI027, OJK Siapkan Tokenisasi SBN
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap rencana tokenisasi Surat Berharga Negara (SBN) dan sukuk yang berpotensi membuka akses investasi mulai dari Rp10.000. Skema ini diharapkan memberi peluang bagi masyarakat, termasuk mahasiswa dan investor pemula, untuk berinvestasi pada surat berharga pemerintah dengan modal lebih terjangkau.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso mengatakan digitalisasi memungkinkan masyarakat mengakses instrumen investasi dengan nominal lebih kecil. Setelah aset kripto dapat dibeli dengan nilai ribuan rupiah, tokenisasi SBN dan sukuk menjadi salah satu langkah berikutnya yang tengah disiapkan.
“Sebentar lagi kita akan ada yang namanya tokenisasi sukuk, tokenisasi SBN. Selama ini kita beli SBN dengan pecahan Rp1.000.000, nanti mahasiswa bisa beli dengan uang Rp10.000 sudah bisa beli SBN,” ujar Adi dalam acara Digital Financial Literacy yang diselenggarakan OJK Institute, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Dorong Literasi Keuangan, LPS Tak Ingin Gen Z Terperangkap Judi Online
Baca Juga: Hobi Olahraga Makin Mahal, 10,6% Gen Z Rela Pangkas Gaji untuk Tetap Aktif
Melalui skema tersebut, masyarakat dengan dana terbatas berpotensi mengakses instrumen surat berharga pemerintah tanpa harus menyiapkan modal awal besar. Adi juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan keuangan jangka panjang.
“Mulai dari 10% tadi tolong ditabung di minimal di SBN, di tokenisasi surat berharga. Karena return-nya steady dan itu yang namanya membangun yang disebut risk free rate atau tingkat pendapatan yang tetap,” katanya.
Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menunjukkan investor generasi Z berkontribusi sebesar 4,5 persen terhadap penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI027 pada 2025. Sementara itu, generasi milenial mendominasi penjualan dengan kontribusi sebesar 45,9 persen.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: