Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Aset Dana Pensiun RI Cuma 7% PDB, OJK Bidik Perluasan Peserta JHT

Aset Dana Pensiun RI Cuma 7% PDB, OJK Bidik Perluasan Peserta JHT Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti aset dana pensiun Indonesia masih berada di kisaran 6%–7% dari produk domestik bruto (PDB), jauh di bawah Australia yang mencapai 130% dari PDB.

Hal itu menjadi sorotan di tengah rendahnya cakupan kepesertaan program Jaminan Hari Tua (JHT) di Jawa Timur yang baru menjangkau sekitar 5 juta dari total 25 juta tenaga kerja aktif.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso menilai, perluasan kepesertaan JHT dan pembentukan kebiasaan menabung sejak awal bekerja penting untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pendalaman sektor keuangan.

“Kita ada 25 juta pegawai aktif, tapi yang masuk JHT, program wajib dana pensiun ketenagakerjaan baru 5 juta. Jadi kalau kita mau jadi Australia, kita kejar itu. Bisa tidak 25 juta semuanya masuk di JHT? Inilah yang di depan mata,” ujar Adi dalam acara Digital Financial Literacy oleh OJK Institut, Senin (12/10/2026).

Selain memperluas kepesertaan, Adi menyoroti perlunya penguatan kebiasaan menyisihkan pendapatan untuk kebutuhan masa pensiun. Maka dari itu, partisipasi masyarakat dalam instrumen tabungan jangka panjang dapat membantu membangun persiapan finansial saat memasuku usia tidak produktif.

"And that's a matter of kebiasaan kita menabung sejak pertama kerja," ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri