Kredit Foto: Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak perlu lagi mengistimewakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu terutama jika mantan kepala negara tersebut mulai mengubah sikap politiknya terkait keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai sikap presiden sudah tepat dengan tak menanggapi soal polemik yang menyangkut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Gibran Segera Tunjukkan Sertifikat Setara SMA, Relawan Bilang 'Tunggu Tanggal Mainnya'
Menurut Dedi, Prabowo tidak perlu terlalu memusingkan perubahan pernyataan kolega politiknya mengenai dukungan dua periode. Jokowi menurutnya juga tidak memiliki kekuatan politik yang cukup untuk menentukan konstelasi Pilpres 2029.
"Tentu sikap presiden sudah benar," kata Dedi, dikutip Senin (12/10/2026).
Adapun Dedi memaknai perubahan sikap mengenai keberlanjutan pemerintahan sebagai kemungkinan tanda kekecewaan. Sebelumnya, Jokowi secara terbuka pernah menyatakan dukungan untuk dua periode dari Prabowo-Gibran.
Namun, saat kembali ditanya tentang kemungkinan dukungan itu, ia belakangan hanya menyampaikan bahwa pemilu masih jauh.
Bagi Dedi, perubahan pernyataan tersebut dapat menjadi petunjuk adanya perubahan sikap politik. Ia menilai kekecewaan Jokowi terhadap respons Prabowo dalam polemik persyaratan pendidikan Gibran bisa berimbas pada dukungannya menjelang Pilpres 2029.
"Kekecewaan Jokowi berimbas pada sikap politiknya, termasuk menarik dukungan ke Prabowo di Pilpres 2029," ungkap Dedi.
Namun Prabowo dinilai tidak perlu menganggap hal itu sebagai ancaman besar bagi peta politik Pilpres 2029.
Menurutnya, Jokowi tidak mempunyai kekuatan politik yang cukup untuk mengubah konstelasi pemilihan presiden seorang diri. Dedi juga menilai mantan presiden itu tidak memiliki dukungan di parlemen yang dapat digunakan untuk mengubah peta politik setelah putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.
Baca Juga: Muncul Sinyal Jokowi Kecewa ke Prabowo: Gibran Tak Dibela, Dukungan Dua Periode Berubah?
"Membuat Prabowo merasa perlu untuk tidak lagi mengistimewakan Jokowi dan hasrat kekuasaannya," serunya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: