Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Adi Prayitno Nilai Pernyataan Rocky Gerung soal Gibran Tak Bisa Dianggap Biasa

Adi Prayitno Nilai Pernyataan Rocky Gerung soal Gibran Tak Bisa Dianggap Biasa Kredit Foto: Christian Andy
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyoroti perkembangan wacana politik yang muncul setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Adi, perdebatan publik kini tidak hanya berkutat pada usulan pemakzulan, tetapi juga mulai mengarah pada desakan agar Gibran mempertimbangkan mundur dari jabatannya secara sukarela. Ia melihat narasi tersebut semakin menguat setelah sejumlah tokoh menyampaikan pandangan serupa di ruang publik.

Salah satu yang menjadi perhatian Adi adalah pernyataan Rocky Gerung yang menyarankan Gibran untuk mengundurkan diri. Baginya, pandangan tersebut memiliki bobot politik tersendiri karena Rocky saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Adi menilai posisi Rocky membuat publik tidak lagi melihatnya semata sebagai pengamat independen. Setiap pernyataan yang disampaikan Rocky, kata dia, kini cenderung dikaitkan dengan lingkungan kekuasaan karena statusnya sebagai bagian dari lembaga yang berada di sekitar presiden.

"Rocky tidak lagi dilihat publik sebagai outsiders, sebagai pengamat ataupun sebagai peneliti. Bukan lagi. Apapun melekat pada wajah Rocky itu adalah bagian dari sesuatu yang melekat pada kekuasaan politik sebagai anggota Wantimpres," ujar Adi Prayitno dalam program On Point with Adisty 94 di Kompas TV, dikutip Selasa (13/10).

Karena itu, Adi menilai seruan agar Gibran mundur tidak bisa dianggap sebagai pendapat biasa. Ia menyebut pernyataan tersebut berpotensi memengaruhi dinamika politik yang berkembang pasca putusan MK.

Sebelumnya, Rocky menilai langkah mundur dari jabatan akan menjadi pilihan yang elegan bagi Gibran. Menurutnya, hal tersebut dapat meredakan polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait berbagai isu yang menyeret nama keluarga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Baca Juga: Sebelum Putusan MK Terbit, Pasal Kontroversial Ini Sudah Ada? Pengakuan Ahmad Doli Jadi Sorotan

Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal, Rocky berpendapat bahwa pengunduran diri Gibran bisa mencegah gejolak publik semakin meluas sekaligus menghindarkan Presiden Prabowo Subianto dari dampak politik yang berkepanjangan.

“Alangkah elegannya kalau Gibran mengundurkan diri. Untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah Presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal,” kata Rocky.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya