Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Baru Dibuka, IHSG Langsung Jatuh dan Terseret ke Level 5.885

Baru Dibuka, IHSG Langsung Jatuh dan Terseret ke Level 5.885 Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (13/10/2026). IHSG memulai perdagangan di level 5.914,98, turun 21,17 poin atau 0,36% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Tekanan jual berlanjut setelah pembukaan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.915,00, sebelum merosot hingga menyentuh level terendah 5.881,75.

Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 5.885,81, terkoreksi 50,34 poin atau 0,85% dari penutupan sebelumnya.

Di tengah pelemahan tersebut, aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 12,78 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp264,6 miliar.

IHSG Dipengaruhi Sentimen Global

Berdasarkan riset harian, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG menguji level 5.800-5.900 pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Phintraco Sekuritas menyoroti sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham.

Dari pasar global, indeks saham Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada Senin (12/10/2026). 

"Investor masih mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta laporan kinerja kuartalan sejumlah bank besar di negara tersebut yang dijadwalkan berlangsung pekan ini," tulis Phintraco Sekuritas.

Pergerakan harga komoditas juga menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak mentah Brent ditutup menguat 1,8% ke level US$106 per barel pada Senin (12/10/2026). Sementara itu, harga emas spot melemah 0,6% ke level US$4.170 per troy ounce.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Uji Level 5.800-5.900, Ini Sentimen yang Memengaruhi

Baca Juga: Selangkah Menuju IPO, Direksi PAM JAYA Sudah Bertemu OJK

Baca Juga: MSCI Diprediksi Perpanjang Pemantauan Saham RI, Pembekuan Bisa Berlanjut hingga 2027

Di dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi kepada 70 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan. Perkembangan ini menjadi salah satu informasi domestik yang perlu dicermati investor.

"Adapun pasar obligasi AS tidak beroperasi pada Senin (12/10/2026), karena memperingati Hari Columbus," ungkap Phintraco Sekuritas.

Maka dari itu, investor perlu mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik serta pergerakan IHSG di tengah proyeksi pengujian level 5.800-5.900.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan