Akselerasi Sertifikasi Keberlanjutan, Premium Price PTPN IV PalmCo Melonjak Hampir 50 Persen
Kredit Foto: Ist
PTPN IV PalmCo terus mempercepat penerapan sertifikasi keberlanjutan di seluruh wilayah operasionalnya. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 67 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan 124 kebun telah berhasil mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Langkah penguatan standar kelapa sawit berkelanjutan ini terbukti membuka peluang peningkatan nilai ekonomi yang signifikan. Hal ini tecermin dari penjualan produk Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) bersertifikat yang mencatatkan pertumbuhan premium price sebesar 48 persen secara year-on-year (YoY) hingga September 2026.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa sertifikasi keberlanjutan adalah bagian tak terpisahkan dari transformasi tata kelola perusahaan. Standar ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan syarat kelayakan, tetapi diarahkan menjadi sistem kerja yang terintegrasi penuh dalam proses bisnis.
"Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional, dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab," ujar Jatmiko.
Konsistensi ini, lanjut Jatmiko, menjadi fondasi utama dalam membangun operasional yang terukur sekaligus memperkuat kepercayaan publik dan pemangku kepentingan, membuktikan bahwa keberlanjutan lingkungan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai ekonomi.
Selain RSPO, PTPN IV PalmCo juga terus berekspansi dalam penerapan standar manajemen mutu dan operasional. Hingga Agustus 2026, perusahaan telah menerapkan:
- ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu): 176 unit
- ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan): 143 unit
- SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja): 191 unit
- ISO 22000 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan): 3 unit
- ISO 37001 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan): 8 unit
Ekosistem tata kelola ini diperkuat dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Direktur Strategi & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menjelaskan bahwa salah satu wujud nyata implementasi ESG adalah melalui pengembangan ekonomi sirkular.
"Penerapan ESG tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi bagaimana prinsip tersebut terintegrasi dalam proses bisnis. Salah satunya melalui pemanfaatan limbah sawit sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan," jelas Ugun.
Implementasi standar keberlanjutan ini berdampak langsung pada performa finansial perusahaan. Berdasarkan data periode Januari hingga September, nilai Premium Produk Sertifikat PTPN IV PalmCo melesat dari Rp129,02 miliar pada 2025 menjadi Rp190,78 miliar pada 2026.
Capaian ini setara dengan 148 persen dari perolehan tahun sebelumnya, atau tumbuh meroket sekitar 47,87 persen (YoY). Kenaikan ini menegaskan bahwa produk CPO dan PKO yang dikelola dengan standar keberlanjutan memiliki daya tawar dan nilai tambah yang jauh lebih tinggi di pasar global.
Ke depan, PTPN IV PalmCo menargetkan akselerasi lanjutan untuk integrasi aspek ESG ke seluruh lini operasional. Dengan menyatukan tata kelola, keberlanjutan lingkungan, dan kinerja bisnis jangka panjang, operasional perkebunan sawit diharapkan terus memberikan kontribusi optimal bagi negara, masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: